LanggurNews.com | Padang – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mengembangkan Sumatra Barat sebagai destinasi unggulan wisata ramah Muslim dan gastronomi.
Hal itu disampaikan Menpar saat kunjungan kerja di Sumbar, Rabu (29/4/2026). Ia menilai Sumbar memiliki daya tarik kuat dari sisi budaya, religi, hingga kuliner.
Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang menjadi ikon wisata ramah Muslim. Masjid ini dikenal dengan arsitektur khas Minangkabau tanpa kubah dan bentuk gonjong.
“Padang sudah sangat dikenal sebagai destinasi wisata ramah Muslim. Saat pameran internasional di ITB Berlin, foto masjid ini menarik perhatian pengunjung,” ujar Menpar.
Dalam pengembangan wisata ramah Muslim, Kementerian Pariwisata menjalankan sejumlah program strategis, termasuk Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Dari hasil penilaian tersebut, Sumbar masuk lima besar dari 15 provinsi terbaik.
Selain itu, pemerintah juga mendorong sertifikasi halal bagi pelaku UMKM bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hingga kini, sebanyak 14.694 sertifikat halal telah difasilitasi di 391 desa wisata di 33 provinsi.
Menpar juga meninjau potensi wisata gastronomi dengan mengunjungi Sate Mak Syukur. Ia menyebut Sumbar memiliki kekuatan besar di sektor kuliner, termasuk rendang yang telah dikenal dunia.
“Kami akan terus mendorong pengembangan wisata gastronomi serta mendukung upaya Kota Padang masuk jaringan UNESCO Creative Cities Network,” katanya.
Sebagai bagian dari promosi, Kemenpar juga mendorong penyelenggaraan Wonderful Indonesia Gastronomi di Sumbar pada 2027.
Dalam kunjungan tersebut, Menpar turut mengunjungi Jam Gadang dan kawasan Pasar Ateh.
Ia juga menyerap aspirasi pemerintah daerah terkait kebutuhan pengembangan pariwisata, mulai dari investasi, infrastruktur, hingga promosi. Salah satu usulan yang mencuat yakni perpanjangan landasan bandara di Mentawai guna meningkatkan aksesibilitas.
“Kami ingin memastikan kebutuhan destinasi terpenuhi, baik dari sisi infrastruktur, investasi, maupun promosi,” ujarnya.
(Kemenpar/LN)





































































































