LanggurNews.com | Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Trading Limited (Petral) periode 2008-2015.
Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, salah satu tersangka adalah pengusaha minyak Mohammad Riza Chalid (MRC) yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).
“Telah ditetapkan tujuh orang tersangka dalam perkara dugaan pengadaan minyak mentah dan produk kilang pada Petral tahun 2008-2015,” kata Syarief dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).
Selain Riza, enam tersangka lainnya yakni BBG, AGS, MLY, NRD, TFK, dan IRW.
Kejagung mengungkap para tersangka diduga mengatur proses pengadaan minyak mentah, produk kilang, hingga pengangkutan melalui perusahaan-perusahaan terafiliasi.
Penyidik juga menemukan adanya kebocoran informasi internal Petral terkait kebutuhan minyak mentah dan gasoline yang dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu dalam proses tender.
“Termasuk pengondisian tender dan informasi harga perkiraan sendiri sehingga pengadaan menjadi tidak kompetitif dan terjadi kemahalan harga,” ujarnya.
Akibat perbuatan tersebut, harga pembelian produk, khususnya gasoline jenis Premium 88 dan 92, menjadi lebih tinggi dan merugikan PT Pertamina (Persero).
Para tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Sebanyak lima tersangka ditahan di rutan selama 20 hari. Sementara BBG menjalani penahanan kota karena alasan kesehatan.
Nilai kerugian negara dalam kasus ini masih dihitung bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
Berikut daftar ketujuh tersangka:
- Mohammad Riza Chalid (MRC), beneficial owner Gold Manor, VeritaOil, dan Global Energy Resources (GER). Riza kini masuk Red Notice Interpol terkait dugaan korupsi pengadaan minyak mentah dan produk kilang 2018–2023.
- IRW, direktur perusahaan-perusahaan milik Riza Chalid.
- BBG, Manager Niaga Direktorat Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, terakhir menjabat Managing Director Pertamina Energy Services (PES).
- AGS, Head of Trading Pertamina Energy Services periode 2012–2014.
- MLY, Senior Trader Pertamina Energy Services Pte. Ltd. periode 2009–2015.
- NRD, Crude Trading Manager Pertamina Energy Services Pte. Ltd.
- TFK, mantan Vice President Integrated Supply Chain PT Pertamina, jabatan terakhir Direktur Utama PT Pertamina International Shipping.

































































































