Jakarta, LanggurNews.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Indonesia Gastronomy Network meluncurkan program unggulan Wonderful Indonesia Gourmet (WIG).
Program ini menjadi payung besar pengembangan wisata gastronomi nasional dan bagian dari Pariwisata Naik Kelas.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan gastronomi bukan sekadar soal rasa, melainkan ekosistem yang melibatkan petani, nelayan, produsen, pelaku usaha, hingga penikmat kuliner.
“Kuliner Indonesia adalah aset berharga. Dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman gastronomi, potensi yang terbuka bagi Indonesia sungguh besar,” ujarnya saat peluncuran di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta.
Konsep from farm to table diyakini dapat menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta menghadirkan wisata berbasis komunitas yang autentik.
Popularitas kuliner Indonesia terus meningkat. Menurut TasteAtlas, kuliner Nusantara menempati peringkat ke-7 dunia dan nomor satu di Asia Tenggara. Enam kota di Indonesia juga masuk daftar 100 Best Food Cities.
Data Agoda mencatat, Indonesia masuk lima besar destinasi paling dicari untuk wisata kuliner bersama Jepang, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Hingga Juli 2025, kunjungan wisman mencapai 8,5 juta, tumbuh 10% dibanding tahun sebelumnya.
Ke depan, Kemenpar menargetkan menghadirkan chef internasional untuk food demo dan pertukaran resep. “Dengan langkah ini, Indonesia semakin kuat posisinya sebagai destinasi kuliner dunia,” kata Menpar Widiyanti.
Ketua Indonesia Gastronomy Network Vita Datau menilai WIG mempertegas posisi Indonesia di kancah global, setelah sukses menjadikan Ubud sebagai destinasi gastronomi berstandar UN Tourism.
Sementara itu, Ketua Komite WIG 2025 Kevindra Soemantri menambahkan, WIG akan memetakan lanskap restoran Indonesia agar mampu bersaing dengan negara Asia lainnya.
(Kemenpar/LanggurNews)






































































































