LanggurNews.com | Langgur – Wakil Bupati (Wabup) Maluku Tenggara (Malra) Charlos Viali Rahantoknam mengajak ASN dan masyarakat memanfaatkan program rumah subsidi Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) yang dinilai sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah layak huni.
Hal itu disampaikan Charlos saat membuka Sosialisasi Pembangunan Rumah Subsidi KPR FLPP di Langgur, Selasa (19/5/2026).
Dalam sambutannya, Charlos menegaskan rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
“Rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi utama dalam membangun ketahanan keluarga, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Charlos.
Ia menyebut program KPR FLPP menjadi solusi konkret dari pemerintah pusat yang disinergikan bersama pemerintah daerah, perbankan, dan pengembang untuk membantu masyarakat memiliki rumah dengan bunga ringan dan uang muka terjangkau.
Menurutnya, keunggulan utama program tersebut adalah bunga tetap 5 persen hingga masa cicilan berakhir.
“Tidak pernah dalam sejarah suku bunga 5 persen sampai akhir cicilan. Pemerintah pusat memberikan fasilitas luar biasa sampai 20 tahun maksimal,” ujarnya.
Charlos juga membandingkan program rumah subsidi dengan kredit konsumtif lainnya. Menurut dia, rumah subsidi memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga.
“Kalau kredit pegawai tanda tangan dapat uang lalu habis. Tapi kalau rumah subsidi, tanda tangan dapat rumah yang bisa dinikmati anak cucu,” katanya.
Ia mengatakan syarat penerima program juga masih menjangkau banyak ASN maupun masyarakat umum, yakni berpenghasilan maksimal Rp 9 juta untuk lajang dan Rp 11 juta bagi yang sudah menikah.
Selain itu, kualitas bangunan dipastikan memenuhi standar kelayakan karena diawasi langsung oleh pemerintah daerah.
“Kualitas bangunan tidak main-main. Semua harus mengikuti standar pemerintah,” ujarnya.
Charlos juga meminta dinas teknis seperti Perkim, PU, dan perizinan agar mempercepat proses administrasi demi mendukung percepatan pembangunan rumah subsidi.
“Jangan ada hambatan birokrasi yang memperlambat penyediaan hunian bagi masyarakat,” tegasnya.
Kepada pengembang, ia menekankan pentingnya penyediaan fasilitas dasar seperti sanitasi, air bersih, listrik, dan akses jalan.
Menurut Charlos, pemerintah daerah juga akan mendukung penyediaan infrastruktur dasar di kawasan rumah subsidi.
“Kalau rumah subsidi ini terbangun, jalan dan kebutuhan dasar pasti siap,” katanya.
Ia turut meminta pihak perbankan mempercepat proses verifikasi dan penyaluran kredit agar masyarakat yang memenuhi syarat segera mendapatkan manfaat program tersebut.
Di akhir sambutannya, Charlos mengajak peserta sosialisasi menyebarluaskan informasi terkait program rumah subsidi kepada masyarakat luas.
“Kalau pulang kantor, cerita minimal ke dua atau tiga orang supaya masyarakat tahu ada program rumah subsidi,” pungkasnya.





































































































