Jakarta, LanggurNews.com | Ketua Desa Wisata Ngilngof, Ronald Tethool, tampil sepanggung dengan sejumlah menteri dan kepala daerah dalam APUDSI Village Economic Forum 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu(14/2/2026).
Forum ekonomi desa ini merupakan bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-1 organisasi tersebut.
Mengusung tema “Resilient Village: Ketahanan Dimulai dari Desa”, forum ini menyoroti peran strategis desa sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik, geostrategi, dan geoekonomi.
Dilansir dari akun facebook resmi Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia, Sejumlah pejabat nasional dan tokoh strategis hadir sebagai pembicara, di antaranya Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, serta Direktur Pengembangan Bisnis PT Kliring Berjangka Indonesia Saidu Solihin.
Selain itu, forum ini juga menghadirkan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Bupati Lampung Selatan Egi Radityo, Direktur Utama SMESCO Indonesia Doddy A. Matondang, serta Founder Kode Creative Hub Didi Diarsa.
Ketua Umum APUDSI Maulidan Isbar menekankan bahwa desa merupakan fondasi utama ekonomi rakyat yang harus tangguh menghadapi krisis.
Menurutnya, penguatan SDM, digitalisasi produk desa, dan perluasan akses pasar menjadi kunci utama kemandirian ekonomi pedesaan.
Forum ini juga merumuskan sejumlah strategi utama, antara lain percepatan digitalisasi UMKM desa, integrasi rantai pasok untuk meningkatkan daya saing produk, serta advokasi kebijakan agar lebih berpihak pada ekonomi kerakyatan.
Rakernas APUDSI 2026 dihadiri oleh koordinator wilayah dan pelaku usaha desa dari seluruh Indonesia, dengan tujuan memastikan desa menjadi subjek utama pembangunan nasional.
Sekilas tentang Ronald Tethool:
Ronald Tethool adalah penggerak pariwisata desa asal Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, yang dikenal sebagai local champion pembangunan desa wisata di Indonesia Timur.
Ia berperan besar dalam mengangkat Pantai Ngurbloat (Pantai Pasir Panjang) di Desa Wisata Ngilngof dari destinasi tersembunyi menjadi ikon pariwisata nasional dan internasional.
Dengan tekad kuat memperkenalkan Kei ke dunia, Ronald pernah menjabat Ketua Badan Pengelola Destinasi Wisata Pantai Ngurbloat sekaligus Ketua Desa Wisata Ngilngof.
Di bawah kepemimpinannya, kawasan ini berkembang pesat, dikunjungi kapal pesiar internasional, mendorong tumbuhnya homestay, UMKM, serta meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
Berbagai penghargaan diraih, di antaranya Juara I Desa Wisata Maju Nasional (ADWI 2021), Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) 2022 sebagai pantai dengan pasir putih terhalus di dunia, ASEAN Homestay Awards 2023–2025, serta Juara I Promosi Pariwisata Digital Terbaik API Awards 2023. Kehalusan pasir Ngurbloat bahkan membuat Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata saat itu) terkesima.
Di puncak capaian tersebut, Ronald memilih mundur dari jabatan pengelola destinasi demi memberi ruang regenerasi.
Ia kemudian mendirikan Mercy Tethool Corporate (MTC) Group dan menjabat sebagai CEO, membangun ekosistem pariwisata terpadu yang mencakup akomodasi, jasa perjalanan, dan platform digital pariwisata Kei.
Pada 2025, Ronald menjadi satu-satunya perwakilan Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia dari Indonesia Timur dalam program APUDSI Goes to Europe, bagian dari ajang Discovering The Magnificence of Indonesia Expo 2025 di Belanda.
Ia mempromosikan pariwisata Kepulauan Kei sekaligus membawa produk UMKM unggulan Maluku Tenggara dan Kota Tual ke pasar Eropa.
Ronald Tethool dikenal sebagai sosok anak pulau yang konsisten membuktikan bahwa mimpi yang dibangun dari desa, dengan kerja keras dan keberanian, mampu menembus panggung global.






































































































