Langgur, LanggurNews.com – Aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus mantan Kabag Hukum Setda Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) itu menuai kritikan berbagai pihak.
Diketahui, insiden keributan yang terjadi di kantor Bupati Malra pada hari Rabu (8/11/2024) lalu, telah menodai wibawa pemerintah daerah setempat.
Video aksi keributan yang jadi viral di jagat maya itu diduga dilakukan oleh mantan Kabag Hukum Setda setempat, Debbie P. J. Bunga.
Dalam video yang beredar luas itu, Debbie Bunga nampak menghadang Penjabat (Pj) Bupati Malra Samuel Huwae yang saat itu baru selesai mengikuti kegiatan Yudisium Fakultas Keguruan Universitas Pattimura di aula Kantor Bupati setempat.
Teriakan suara yang keras dari mantan Kabag Hukum sambil tangannya menunjuk Pj Bupati itu, spontan menarik perhatian semua orang yang hadir saat itu.
Debbie Bunga menentang kebijakan Pj Bupati Huwae yang menggantikannya dari jabatan Kabag Hukum tanpa Surat Keputusan (SK) Pemberhentian.
Lalu, apa dan bagaimana tanggapan para tokoh daerah ini ?
Aksi mantan Kabag Hukum Setda Malra itu menjadi perhatian mantan Wakil Bupati Malra Periode 2018-2023, Petrus Beruatwarin.
Petrus Beruatwarin yang akrab disapa PB, sangat menyayangkan terjadinya insiden keributan itu. Apalagi kejadiannya di kantor Bupati yang adalah pusat pemerintahan.
Menurutnya, untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi itu harus dilakukan dengan kepala dingin.
“Berbuat sesuatu itu harus dengan kepala dingin dan sabar. Jangan hanya karena kepentingan sesaat dan kepentingan politik saja. Beliau (Pj Bupati) ini datang untuk meluruskan semua, tapi rupanya ada yang kepanasan ini. Jangan sampai ada titipan-titipan. Saya ini orangnya terbuka, tidak mau di belakang-belakang,” kata Beruatwarin saat menghadiri kegiatan penandatanganan pernyataan dukungan dari Ormas/OKP kepada Pj Bupati Huwae di Langgur, Kamis (9/1/2025) lalu.
“Ini karena Pak Pj Bupati sudah periksa APBD 2025. APBD itu bisa direvisi kok. Siapa yang bilang APBD tidak bisa direvisi?,” tambahnya.
Menurut PB, seharusnya semua pihak mengikuti terlebih dahulu hal-hal baik yang dilakukan Pj Bupati Huwae lewat langkah-langkah strategisnya yang dilakukan untuk kepentingan daerah.
“Saya ini juga pernah dinonjobkan, tapi saya diam-diam saja. Tuhan akan buka jalan jika kita bekerja baik untuk daerah ini, tanat Evav kilkilun ini. Yang penting hati kita bersih untuk kerja. Saya Etus Beruat ini tidak ada apa-apa, cuma karena kerja bersih dan betul makanya hari ini bisa sampai di Wakil Bupati,” ungkap PB.
Pada kesempatan itu pula, Beruatwarin menyatakan sikap mendukung penuh tugas-tugas Pj Bupati Huwae.
“Pak Pj Bupati, saya mendukung penuh bapak. Dan bila perlu mulai esok ini saya keluar untuk terjun lapangan langsung,” tandas Beruatwarin.
PB juga menyayangkan aksi demo-demo yang dilakukan terhadap Pj Bupati Huwae.
“Kenapa tidak menyampaikan aspirasi dan demonstrasi tentang seleksi Sekda Malra yang telah dilaksanakan uji kepatutan dan kelayakan semasa MTH jadi Bupati dan saya Wakil Bupati?,” sesalnya.
Sekedar tahu, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dari seleksi itu.
“Ini juga bagian dari pemborosan anggaran daerah. Kenapa tidak ada yang demo tentang itu? Sekarang hasilnya tidak bisa dilanjutkan karena sudah kadaluwarsa. Kalau orang lapor itu bagaimana? Pemborosan anggaran kurang lebih satu miliar untuk tes Sekda itu. Kenapa tidak demo itu? Kemudian Diektur PDAM yang sudah 9 tahun menjabat sebagai Direktur Sementara, kenapa tidak ada yang demo?,” tegas Beruatwarin
Untuk itu, birokrat nomor wahid di Kepulauan Kei ini mengajak semua pihak termasuk tokoh-tokoh agama, para ASN dan seluruh OKP/Ormas, untuk bersatu padu dengan kerendahan hati membangun Malra.
“Mari katong samua bantu Pj Bupati. Kasih kesempatan antua (beliau) kerja dulu,” pungkas Beruatwarin.
Sekilas tentang Petrus Beruatwarin :
Figur seorang Petrus Beruatwarin (PB) sudah tidak asing lagi di daerah yang dijuluki Bumi Larwul Ngabal itu. Beliau adalah salah satu tokoh birokrat yang handal.
Di dunia kampus, Beruatwarin pernah lima tahun (1997-2004) menjabat Direktur Akademi Perikanan Larvul Ngabal (sekarang Politeknik Perikanan). Tercatat dua belas tahun lamanya beliau hidup di dunia kemahasiswaan saat itu.
Beliau juga pernah menjabat Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual (2004-2009).
Apakah karier PB hanya sebatas itu? Jawabannya adalah Tidak.
Di birokrasi Pemkab Malra, pria kelahiran 11 Oktober 1960 itu pernah menduduki jabatan-jabatan mentereng diantaranya, Kepala Bidang Statistik Bappeda Kabupaten Maluku Tenggara (2001-2004), Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Maluku Tenggara (2004), Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara (2004-2009).
Puncak karier Beruatwarin sebagai ASN adalah ketika jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara disandangnya selama sepuluh tahun (2008-2018).
Teranyar adalah ketika beliau menjabat sebagai Wakil Bupati Malra Periode 2018-2023. Di era inilah beliau pernah merasakan nonjob.
Petrus Beruatwarin adalah tokoh yang paripurna!!
Editor : geraLdo






































































































