Banda Neira, LanggurNews.com – Warganet dikagetkan dengan beredarnya video kondisi korban karamnya (tenggelam) satu kapal motor (KM) jenis kapal ikan.
Belakangan, kapal ikan yang karam tersebut diketahui adalah KM. Rajawali Perkasa 103, milik perusahaan PT Rajawali.
Dalam video tersebut tampak kondisi seluruh ABK yang berhasil berenang ke bebatuan karang yang ada di pantai.
Selain itu, dalam video itu pula nampak perjuangan Tim SAR Gabungan yang berusaha mengevakuasi para ABK.
Diketahui, hujan deras disertai angin kencang, melanda wilayah Provinsi Maluku beberapa hari terakhir ini.
Kondisi cuaca yang buruk, mengakibatkan kondisi laut di perairan Maluku menjadi tak menentu akibat tingginya ombak dan gelombang.
Berdasarkan data laporan Bintara Pembina Potensi Maritim Pos Angkatan Laut (Babinpotmar Posal) setempat yang tersebar luas di WhatsApp Group, kejadian tersebut terjadi pada Senin (3/2/2025) pukul 01.00 WIT.
Berikut kronologisnya :
Pada hari Minggu tanggal 2 Februari 2025, KM. Rajawali Perkasa 103 bertolak dari Pelabuhan Ambon jam 06.30 WIT dengan tujuan Larat Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Selanjutnya, pada tanggal 3 Februari 2025 pukul 01.00 WIT (dinihari), pada titik koordinat 4° 19’27, 43834″ S, 120° 42’33. 29251″ E, Desa Merdeka Pulau Suanggi Kecamatan Banda Neira, KM. Rajawali Perkasa 103 mengalami hantaman ombak yang mengakibatkan kapal tersebut hanyut terbawa ke batu karang pantai pulau tersebut.
Dalam situasi penuh ketegangan itu, kemudian nahkoda kapal (Jemmy Pattipeyluhu) memerintahkan seluruh ABK untuk berenang menuju pantai pulau itu.
Setibanya di pantai, seluruh ABK naik di bukit untuk beristirahat (bermalam) beberapa jam menunggu pagi.
Pada Senin tanggal 3 Februari 2025, jam 10.30 WIT seluruh ABK naik ke tower (suar) mencari sinyal untik melakukan komunikasi.
Kurang lebih satu jam, akhirnya salah satu ABK berhasil melakukan komunikasi dengan PT. Rajawali (Perusahaan pemilik kapal) dan melaporkan musibah yang terjadi, untuk diteruskan kepada Comm Centre Basarnas Ambon.
Alhasil, pada pukul 14.45 WIT, dengan menggunakan satu unit armada Rigid Inflatable Boat (RIB), tim gabungan yang terdiri dari SAR, TNI AL dan Pol Airud bertolak dari pantai Kasteng (samping Posal Banda) menuju lokasi kejadian.
Setibanya di pantai Pulau Suanggi, Tim SAR Gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi korban.
Namun, karena kuat dan tingginya ombak di lokasi, Tim SAR tidak dapat melabuhkan RIB di pantai itu. Akhirnya, seluruh ABK berenang menuju RIB Tim SAR.
Setelah memastikan jumlah seluruh ABK dinyatakan lengkap, Tim SAR Gabungan langsung bertolak meninggalkan lokasi evakuasi.
Seluruh korban selanjutnya telah mendapatkan perawatan.
Sekedar tahu, saat Tim SAR melakukan evakuasi, kondisi cuaca berawan (mendung), dengan kecepatan angin (Timur Laut) 2 – 25 knot, serta tinggi gelombang 2,5 – 3,5 meter.
Hingga berita ini tayang, seluruh ABK KM Rajawali Perkasa 103 dalam keadaan selamat dan tidak ada yang mengalami luka berat maupun ringan.
Sebelas ABK KM Rajawali Perkasa 103 yang selamat yakni Jemmy Pattipeiluhu/Nakhoda (55), Lambertus Rupilu/KKM (52), Taufik Hidayat (32), Rafli Pruwat (33), Jufri Wabula (22), Hermanus Rano Kolelupun (25), Feri Irawan (39), Fery Gasper Putuleihalat (20), Ye Jen BinSyeh (22), Galih Ramadhan (21), dan Cecen Risal Raatburu (26).
Editor : geraLdo






































































































