Jakarta, LanggurNews.com – Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian Raja Ampat sebagai destinasi pariwisata prioritas dan kawasan konservasi dunia.
Hal ini disampaikan menyusul pencabutan empat izin usaha pertambangan di wilayah tersebut per hari ini, Selasa (10/6).
“Raja Ampat adalah maha karya alam yang tak tergantikan. Kawasan ini bukan hanya kebanggaan nasional, tapi juga tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya tetap lestari,” ujar Menteri Widiyanti dalam keterangan resmi.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut baik langkah pengawasan dan evaluasi yang telah dilakukan oleh Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Kehutanan dalam menindaklanjuti polemik tambang nikel di wilayah Raja Ampat.
Menurutnya, hal ini menunjukkan sinergi antar-lembaga dalam menjaga kawasan yang sangat rentan namun memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang tinggi.
Sebagai bentuk langkah strategis ke depan, Kemenpar juga telah mengusulkan pembentukan Tim Lintas Kementerian untuk menyusun Master Plan Terpadu Raja Ampat.
Rencana induk ini akan berfokus pada pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, dengan prinsip utama keterpaduan antara ekologi, budaya lokal, dan skala ekonomi yang inklusif.
“Mari kita jadikan Raja Ampat bukan sekedar tempat indah yang dikunjungi, tetapi simbol komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan. Membangun pariwisata bukan hanya soal mendatangkan wisatawan, tetapi juga soal melindungi kehidupan alam dan manusianya untuk hari ini dan masa depan,” tutupnya.
Raja Ampat, yang dikenal sebagai surga bawah laut dunia, selama ini menjadi perhatian global baik dari sisi pelestarian lingkungan maupun potensi pariwisata.
Keputusan pencabutan izin tambang ini dinilai sebagai langkah progresif dalam mengedepankan kelestarian jangka panjang di tengah tantangan eksploitasi sumber daya alam.
Editor : Geraldo Leisubun






































































































