Berlin, LanggurNews.com | Partisipasi Indonesia dalam ajang pameran pariwisata internasional ITB Berlin 2026 membuahkan hasil positif.
Melalui kampanye #GoBeyondOrdinary, Indonesia mencatat potensi transaksi sebesar Rp14,91 triliun dari minat wisatawan mancanegara.
Pameran pariwisata terbesar dunia itu berlangsung pada 3–5 Maret 2026 di Messe Berlin, Jerman. Indonesia berpartisipasi melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan mengusung konsep Quality Tourism yang menekankan penciptaan nilai tambah melalui prinsip inklusivitas, keberlanjutan, dan pengalaman wisata berkualitas.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya minat pasar internasional terhadap produk pariwisata Indonesia.
“Partisipasi Indonesia pada ITB Berlin 2026 menghasilkan potensi transaksi sebesar 479.434 wisatawan potensial yang setara dengan Rp14,91 triliun potensi penerimaan devisa negara,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).
Paviliun Indonesia yang menempati area seluas 441 meter persegi di Hall 26A No.111 dibuka langsung oleh Menpar Widiyanti bersama Duta Besar RI untuk Jerman Abdul Kadir Jailani.
Pembukaan paviliun juga dimeriahkan dengan pertunjukan tari Tortor Tandok dari Sumatera Utara sebagai simbol penyambutan bagi pelaku industri pariwisata global.
Pada ITB Berlin 2026, paviliun Indonesia menampilkan kekayaan budaya nusantara melalui dekorasi motif wastra Indonesia dan payung geulis Tasikmalaya. Selain itu, terdapat zona aktivasi yang menonjolkan potensi gastronomi dan wellness tourism.
Sebanyak 93 pelaku industri pariwisata dari 11 provinsi di Indonesia turut ambil bagian dalam paviliun Indonesia.
Mereka terdiri dari penyedia akomodasi, destination management company (DMC), agen perjalanan atau operator tur, desa wisata, restoran, hingga penyedia jasa pariwisata lainnya.
Kemenpar mencatat sebagian besar pembeli (buyers) yang melakukan pertemuan bisnis di paviliun Indonesia berasal dari Eropa sebesar 88,38 persen, disusul Asia 10,29 persen, Amerika 2,73 persen, Australia 1,17 persen, Afrika 0,78 persen, dan Timur Tengah 0,65 persen.
Selain pameran utama, Kemenpar juga menggelar rangkaian misi penjualan (sales mission) sebagai bagian dari kegiatan pra dan pasca-event ITB Berlin 2026.
Kegiatan pra-event yang berlangsung pada 23–26 Februari 2026 di Amsterdam, Belanda, serta Düsseldorf dan Stuttgart, Jerman, menghasilkan 63.519 wisatawan potensial dengan potensi devisa sebesar Rp1,98 triliun.
Secara keseluruhan, total potensi transaksi dari pameran ITB Berlin 2026 dan rangkaian sales mission pra-event mencapai 542.953 wisatawan potensial dengan nilai devisa sebesar Rp16,89 triliun.
Angka ini meningkat 24,2 persen dibandingkan capaian tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp13,6 triliun.
Sementara itu, kegiatan sales mission pasca-event masih berlangsung di sejumlah kota di Eropa, yakni Warsawa (Polandia), Budapest (Hungaria), Zagreb (Kroasia), dan Milan (Italia) pada 9–16 Maret 2026 oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI setempat.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jerman, Menpar Widiyanti juga melakukan sejumlah agenda diplomasi pariwisata, di antaranya pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal UN Tourism Shaikha Al Nowais serta Menteri Pariwisata dan Kebudayaan India Gajendra Singh Shekhawat.
Menpar juga menerima penghargaan Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destination dari platform perjalanan global TripAdvisor, serta melakukan wawancara dengan sejumlah media internasional untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar global.
(Kemenpar/LN)






































































































