Langgur, LanggurNews.com – Komisi III DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) melakukan kegiatan on the spot di dua ohoi (desa) yakni Debut dan Rumadian, Kecamatan Manyeuw, Rabu (18/12/2024).
On the spot dilakukan menyusul bencana angin puting beliung yang melanda dua ohoi tersebut pada hari Selasa (17/12), sekitar pukul 05.00 WIT pagi.
Bencana ini mengakibatkan puluhan rumah warga di dua ohoi itu. Tercatat kurang lebih sekitar 70 rumah warga rusak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun telah melakukan investigasi terkait persoalan dimaksud.
Pantauan media ini, Ketua Komisi III Albert Efruan didampingi sejumlah anggota meninjau lokasi rumah warga di dua ohoi yang terdampak bencana itu.
“Kami berharap kehadiran dinas sejak kemarin hingga hari ini dapat membedah data, mengingat ada warga yang tidak mampu secara ekonomi. Ingat juga bahwa ada masyarakat yang kena dampak namun merekaa melakukan rehab (pernbaikan) rumahnya sendiri,” kata Efruan kepada wartawan disela-sela kegiatan.
“Tentunya bahan perumahan yang mengalami kerusakan itu akan diganti oleh pemda, tapi yang belum itu yang harus didata,” katanya menambahkan.
Efruan menjelaskan, Komisi III akan melakukan rapat dengan pendapat (RDP) bersama OPD-OPD yakni Dinas Sosial, BPBD, Dinas Perkim dan Bagian Keuangan.
Melalui RDP ini, lanjut Efruan, akan ada rekomendasi dari DPRD Malra melalui Komisi III kepada Pj Bupati Malra untuk mengeluarkan Surat Keputusan Bupati tentang Kejadian Luar Biasa yang terjadi di Debut
“Rekomendasi ini akan menjadi dasar, sehingga pembiayaan oleh Pemda bisa dilakukan,” ujar Efruan,
Efruan mengungkapkan, OPD-OPD teknis telah menyampaikan kepada Komisi III bahwa untuk pembiayaan memang tidak ada, karena mengingat telah memasuki akhir tahun anggaran 2024.
“Kami pahami juga bahwa dalam setiap penganggaran APBD itu ada yang disebut Biaya Tak Terduga. Nanti dalam rapat kami akan menyampaikannya kepada Bagian Keuangan agar semua bisa mengetahuai secara persis anggaran biaya tak terduga itu sisa berapa di kas daerah,” tandas Efruan.
Menurutnya, anggaran itu yang nantinya diperuntukan bagi kejadian luar biasa di ohoi Debut ini.
Selain itu, Komisi III juga akan mendorong agar Pemda Malra untuk memperhatikan warga yang rumahnya rusak akibat bencana di tahun kemarin, namun hinga kini belum diperhatikan.
“Kami tadi sudah minta Pj Kepala Ohoi Debut agar mendata warga yang tahun kemarin terkena dampak bencana yang sama agr juga dibantu. Minimal ganti rugi bahan material bangunan yang sudah disiapkan oleh masyarakat,” ungkap Efruan.
Diketahui, APBD Malra Tahun 2024 khusus untuk anggaran tak terduga berjumlah Rp. 1 miliar lebih. Namun, sudah dilakukan pemotongan terhadap kepentingan belanja lain.
“Setahu saya itu masih tersisa 800 juta. Kami tidak tahu dampak kedepan sampai tangal 31 Desember. Minimal anggaran itu digunakan untuk kepentingan yang mendesak dalam memenuhi kebutuhan bahan bangunan yang ada di ohoi Debut,” tandas Efruan.
Politisi partai Gerindra itu menyatakan, bukan hanya bahan bangunan, tapi juga untuk kebutuhan pangan (makan dan minum) masyarakat yang terkena dampak bencana.
“Memang mereka tidak ada di tempat pengungsian. Mereka ada di rumah keluarganya. Tetapi itu bagian dari tempat dimana mereka mengungsi. Olehnya itu dinas sosial harus mendata ini, kemudian menyiapkan bahan makan-minum selama rehabilitasi rumah mereka kapan selesai. Dinas sosial harus hadir untuk menjawab kebutuhan makan dan minum itu,” tegas Efruan.






































































































