Langgur, LanggurNews.com | Bupati Maluku Tenggara (Malra) Muhamad Thaher Hanubun mengajak seluruh elemen masyarakat mengakhiri perbedaan politik dan bersatu membangun daerah.
Ajakan itu disampaikan dalam syukuran satu tahun pemerintahannya bersama Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam.
Acara digelar di Rumah Dinas Bupati, Jumat (20/2/2026), dan dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, tim pemenangan, serta pimpinan partai politik pengusul.
“Kita kadang-kadang masih ada perasaan emosional. Tetapi itu harus segera dihilangkan. Filosofi orang Kei, kita tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa jalan sendiri. Ikatkan menjadi satu kekuatan,” kata Hanubun.
Dalam kesempatan itu, Hanubun juga membeberkan kondisi keuangan daerah yang tengah tertekan. Ia menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Malra mengalami penurunan signifikan.
Jika pada periode 2018–2023 anggaran sempat menyentuh sekitar Rp1,024 triliun, maka pada 2026 diperkirakan hanya berkisar Rp600 miliar.
“Kita bingung membaginya, apa yang harus dibelanjakan. Ada perintah dari Jakarta belanja pegawai 30 persen dan 70 persen untuk pembangunan. Tapi kondisi kita terbalik karena keuangan turun sangat jauh,” ujarnya.
Hanubun menyebut ada dinas yang dalam setahun hanya memiliki pagu sekitar Rp160 juta. Bahkan beberapa bagian hanya memiliki anggaran di bawah Rp100 juta per tahun.
“Bayangkan satu dinas besar hanya Rp160 juta, kira-kira apa yang mau dibeli?” katanya.
Ia juga mengakui pembayaran sejumlah belanja, termasuk sebagian belanja DPRD, bergantung pada realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Jika target PAD sekitar Rp57 miliar tidak tercapai, maka kewajiban pembayaran berpotensi tertunda.
Terkait mutasi dan rotasi ASN yang kerap menjadi aspirasi pendukung, Hanubun menegaskan hal itu tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus mengikuti regulasi pemerintah pusat.
“Tidak segampang tidak suka orang ini lalu kita ganti. Ada aturan yang mengatur. Kita juga ditegur oleh Menpan atas beberapa jabatan yang diganti,” ujarnya.
Syukuran satu tahun pemerintahan MTH–VR digelar sederhana tanpa hiburan karena Pemkab Malra tengah berduka atas wafatnya salah satu pejabat daerah.
“Harusnya ada musik dan macam-macam, tetapi hari ini kita tidak lakukan begitu karena Maluku Tenggara sedang berduka,” tutup Hanubun.






































































































