Namlea, LanggurNews.com – Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Buru, Muhamad Daniel Rigan (MDR) menyatakan, saat ini Kecamatan Batabual sudah harus menjadi prioritas dan perhatian serius Pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pusat.
Hal itu disampaikan MDR di Namlea, Senin (24/2/2025).
Ia mengungkapkan, NasDem yang memiliki 4 kursi di DPRD Buru tergabung dalam fraksi NasDem bersama partai Gerindra dan Demokrat, akan memperjuangankan Kecamatan Batabual sampai ke tingkat pusat.
“Kami memiliki 4 kursi di DPRD Buru ditambah 2 kursi Demokrat dan 1 kursi Gerindra sudah sepakat untuk menyurat ke Gubernur terkait status jalan Batabual untuk ditingkatkan menjadi jalan Nasional”, kata MDR kepada media ini, Senin (24/2/2025)
Permintaan MDR itu bukan isapan jempol semata, karena dalam waktu dekat dirinya akan bersilaturahmi dengan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerisa, untuk menyampaikan persoalan serius yakni ketiadaan jalan aspal dan jembatan yang saat ini dihadapi oleh masyarakat Batabual.
“Pembangunan jalan dan jembatan ke Kecamatan Batabual harus menjadi prioritas karena sudah terlalu lama menjadi janji-janji manis baik oleh calon anggota DPR, Bupati dan Gubernur,” tegas MDR.
Menurutnya, dalam kapasitas sebagai ketua partai, dirinya akan serius memperjuangkan apa yang menjadi harapan masyarakat Batabual.
Kendati demikian, dirinya menyadari sungguh bahwa untuk mengusulkan jalan itu butuh waktu, sehingga sambil menunggu proses.
Dengan APBD yang ada, lanjut MDR, fraksi NasDem harus mengupayakan untuk bisa menganggarkan tiga titik dermaga feri, agar angkutan milik ASDP yang ada di Namlea itu tidak hanya melayani rute Namlea-Masarete saja, namun juga ke Batu Jungku, Waimorat dan Ilath.
“Dengan beroperasinya feri pada tiga titik tersebut sudah dapat membantu transportasi laut sambil menunggu proses pembangunan jalan, kalau akses laut sudah dibuka maka biaya angkut hasil hutan, pertanian, perkebunan dan lain-lain yang akan dibawa ke Namlea untuk dijual sudah menjadi sangat murah, sehingga dapat menambah nilai ekonomi masyarakat Batabual. Biaya yang tadinya dengan menggunakan spit boat atau jonson seratus ribu rupiah bisa menjadi dua puluh ribu rupiah kalau menggunakan kapal feri,” jelasMDR.
Selain itu, sektor perikanan juga bisa terbuka, ikan-ikan dari Batabual dapat dibawa ke Namlea untuk dijual.
“Tidak ada satu daerah pun di dunia yang bisa maju kalau daerah tersebut masih terisolir meskipun banyak sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Untuk itu, keterisolasian kecamatan Batabual harus kita buka”, pungkasnya.
Editor : geraLdo






































































































