Langgur, LanggurNews.com – Dalam tahun anggaran 2023, Gedung Computer Assisted Test (CAT) milik Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) diresmikan.
Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Malra harus menguras kantong hanya untuk membangun Gedung dengan nilai Rp. 3,5 miliar.
Peresmiannya pun dilakukan oleh mantan Gubernur Maluku Murad Ismail pada Selasa (2/5/2023) lalu.
Diketahui, gedung mewah milik Pemkab Malra itu dibangun (dikerjakan) melalui Dinas Pendidikan.
Pembangunannya pun belum selesai, dan akan dilanjutkan pada tahun 2024 ini.
“Pembangunan gedung tersebut sebenarnya direncanakan lanjut tahun ini. Namun, karena keterbatasan anggaran, maka belum bisa diteruskan,” kata sumber yang enggan namanya disebutkan.
Akibatnya, gedung yang dibangun diatas lahan milik Pemda Malra seluas 95,6 hektar itu tidak difungsikan.
Saat ini, gedung mewah tersebut telah mengalami kerusakan ringan, tepatnya pada plafon bagian luar dan jatuh berserakan.
Halaman gedung pun tidak terurus. Hal itu dibuktikan dengan suburnya ilalang yang bertumbuh menutupi sebagian rabat bangunan mewah itu.
Pada bagian dalam gedung, tampak peralatan masih baru. Plastik-plastik juga masih membungkus rapi sejumlah meubeler.
Puluhan unit komputer yang belum dipergunakan hanya tersusun diatas meja-meja.
Pada bagian depan halaman, tampak kabel listrik tergantung berantakan. Jaraknya dengan tanah hanya sekitar 1,5 meter.
Diketahui, pada tahun ini Pemkab Malra melakukan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN). Namun disayangkan, gedung CAT yang mewah itu dinyatakan belum (tidak) layak sebagai tempat dilakukan seleksi.
Olehnya itu, kegiatan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CASN dipindahkan di Poltekkes Kemenkes Maluku Prodi Keperawatan Tual.
Dipilihnya Poltekkes Kemenkes berdasarkan rekomendasi Panselnas karena dinilai memenuhi syarat standar fasilitas CAT Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Pemkab Malra belum mampu menyelenggarakan seleksi CPNS tahun ini di gedung tersebut karena terkendala jaringan internet,” ungkap sumber.
Terkait daya tampung dan fasilitas, gedung yang berlokasi di lingkungan Kantor Bupati setempat, tepatnya depan Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) itu, mampu menampung 100 orang.
“Saat ini, tersedia 50 unit computer, meubeler dan perabot, peralatan operator dan studio, CCTV, perangkat keamanan, pendingin ruangan, dan beberapa perangkat lainnya,” pungkas sumber.






































































































