Langgur, LanggurNews.com – Dalam rangka upaya menekan tingginya angka penyakit menular, Puskesmas (PKM) Ohoijang Watdek melaksanakan penyuluhan kesehatan.
Dalam kegiatan safari kesehatan itu, PKM Ohoijang Watdek memberikan sosialisasi dan edukasi tentang penyakit-penyakit menular kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas II B Tual, Sabtu (25/1/2025).
Safari kesehatan yang diikuti seluruh warga binaan itu merupakan kerjasama PKM Ohoijang Watdek dengan Lapas Kelas II B Tual itu diawali dengan penyuluhan atau edukasi tentang HIV, TBC dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Pengelola program HIV/AIDS PKM Ohoijang Watdek, Joala L. V. Tharob, A. Md. Kep., menjelaskan bahaya-bahaya HIV/ AIDS berikut cara-cara penularan serta pengobatannya.

Kepala PKM Ohoijang Watdek, Rusli Rumlus, kepada media ini di Langgur, Selasa (28/1/2025) menjelaskan, kegiatan ini adalah salah satu bentuk upaya pihaknya dalam rangka menurunkan angka penularan penyakit menular HIV dan TBC pada masyarakat.
“Tujuannya untuk peningkatan pemahaman sekaligus pencegahan sosialisasi kepada warga binaan tentang HIV dan bagaimana menerapkan perilaku hidup sehat,” kata Rumlus.
Diketahui, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD Malra beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Kesehatan setempat Muhsin Rahayaan mengungkapkan, kasus penularan virus HIV dan AIDS di Malra menempati urutan tertinggi ke dua di Provinsi Maluku.
Tingginya prevalensi penyakit tersebut dibuktikan dengan jumlah (kumulatif) kasus HIV/AIDS di Maluku Tenggara.
Sejak tahun 1994 hingga 2024 mencapai 1.019 kasus (terdiri dari HIV 912 dan 107 AIDS 107 kasus).
Menurut Rumlus, pihaknya tengah melakukan langkah-langkah preventif diantaranya sosialisasi/penyuluhan.
“Langkah-langkah yang kami ambil yakni sosialisasi, salah satunya di Lapas. Itu adalah langkah pertama,” ujarnya.
Selaku kepala PKM Ohoijang Watdek, dirinya telah mengkonfirmasi kepada pengelola program HIV/AIDS untuk melakukan sosialisasi bukan hanya di Lapas tetapi juga pada lingkup BUMN (bank swasta dan pemerintah) serta Dinas/Badan lingkup Pemkab Malra.
“Mungkin ada segelintir orang yang punya pikiran ketika kita sosialisasi terus mengamil sampel (skrining), mereka pasti tidak akan terima, karena menurut mereka itu hal privasi. Bagi kami, jika lebih dini untuk diperiksa kasusnya, maka kita akan fokus pada pengobatannya. Jika berdiam diri maka dapat menular kepada orang lain,” beber Rumlus.
Sekedar tahu, pada PKM Ohoijang Watdek, untuk kasus HIV dalam tahun 2024 ditemukan 22 kasus baru. Sementara jumlah kasus HIV/AIDS keseluruhan dalam wilayah kerja Puskesmas Ohoijang Watdek kurang lebih 40 orang.
Sejak tahun 2011 hingga sekarang, PKM Ohoijang Watdek rutin melakukan skrining di kelompok populasi khusus, populasi kunci dan pupulasi beresiko lainnya.
Populasi khusus : Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)
Populasi Kunci : Pekerja Karaoke/Lokalisasi
Populasi beresiko lainnya : Ibu Hamil, Waria, LSL (Lelaki Sex Lelaki), PENASUN (Pengguna Napza Suntik), Pasangan ODHIV (Orang dengan HIV/AIDS), serta IMS (Orang dengan Infeksi Menular Seksual).
Puskesmas Ohoijang Watdek juga melayani konseling, pemeriksaan sekaligus pengobatan untuk semua penyakit menular seksual, yang didalamnya ada HIV/AIDS.
Rumlus mengungkapkan, Selain sosialisasi, pihak PKM setempat juga rutin melakukan traking (setiap bulan) ke tempat-tempat hiburan malam (karaoke).
“Ini rutin dikontrol, karena ada yang sudah terdeteksi dan menjalani pengobatan. Disamping itu, kami dengan petugas juga bisa melakukan skrining bagi mereka yang dicurigai,” tandas Rumlus.
PKM Watdek, lanjut Rumlus, siap menerima semua warga masyarakat Malra untuk diskrining (gratis).
“Silahkan datang ke PKM Watdek setiap jam kerja, karena langsung diskrining kesehatannya dalam hal ini HIV/AIDS,” pungkasnya.
Perbedaan HIV dan AIDS
HIV adalah virus yang menyebabkan melemahnya sistem imunitas tubuh.
Sementara AIDS adalah kondisi di mana gangguan kesehatan yang diakibatkan dari melemahnya sistem imunitas tubuh tersebut.
HIV/ AIDS bisa menular melalui darah, cairan sperma, air susu ibu, dan hubungan seksual yang tidak aman karena sering berganti-ganti pasangan serta lewat jarum suntik.
Apa itu Skrining HIV ?
Skrining HIV adalah tes medis untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV (human immunodeficiency virus). Tes ini dapat dilakukan secara rutin atau setelah diduga terpapar HIV.
Tes skrining HIV penting untuk dilakukan karena HIV dapat menyebabkan AIDS jika tidak terdeteksi dan diobati sejak dini.
Jenis-jenis tes skrining HIV
Tes antibodi, yang dapat mendeteksi antibodi HIV dalam darah atau cairan mulut. Tes ini dapat dilakukan dengan menggunakan darah dari vena atau stik jari.
Tes serologi, yang terdiri dari tes cepat, tes ELISA, dan tes Western blot.
Tes PCR (polymerase chain reaction), yang memeriksa materi genetik HIV di dalam darah pasien.
Hasil tes skrining HIV dapat menunjukkan apakah ada jejak HIV di dalam tubuh. Jika hasil tes positif, dokter akan menyarankan tes lanjutan untuk mengkonfirmasi.
Editor : geraLdo






































































































