Langgur, LanggurNews.com | Sejumlah aktivis mendatangi Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tenggara (Malra), Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 00.20 WIT.
Mereka memprotes dugaan pemanggilan keluarga korban kematian Veronika Rahanyanat tanpa surat resmi.
Aktivis yang tergabung dalam Gerakan Edukasi Perempuan Kei (GEP Kei) bersama elemen Cipayung Plus itu menilai langkah aparat tidak sesuai prosedur karena permintaan keterangan disebut dilakukan secara lisan.
Sebelumnya, sekitar pukul 21.00 WIT, aparat kepolisian mendatangi rumah pelapor yang juga keluarga korban untuk meminta keterangan. Namun menurut para aktivis, tidak ada surat panggilan resmi yang disampaikan.
Ketua GEP Kei, Hani Nuhuyanan, mengatakan pemanggilan terhadap keluarga korban seharusnya dilakukan secara tertulis.
“Kalau memang ingin meminta keterangan, harus ada surat resmi. Ini keluarga korban, jadi prosedurnya harus jelas dan administrasinya tertib,” kata Hani di halaman Mapolres Malra.
Ia menegaskan kedatangan mereka sebagai bentuk kontrol sosial terhadap proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Menurutnya, kasus kematian Veronika sudah menjadi perhatian publik sehingga setiap langkah penyidik harus dilakukan secara transparan dan profesional.
Sebelumnya, Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi bersama Kasat Reskrim IPTU Barry Talabessy dalam konferensi pers, Rabu (25/2/2026), menyampaikan hasil penyelidikan sementara.
Polisi menyimpulkan kematian Veronika bukan akibat kekerasan, melainkan karena sakit dengan diagnosis infeksi sepsis. Kesimpulan itu berdasarkan pemeriksaan terhadap 13 saksi dan hasil visum.
Dalam keterangan tersebut, polisi menyebut lebam di lengan korban diduga terjadi saat proses evakuasi, sedangkan pembengkakan pada bibir akibat tindakan medis ketika korban mengalami kejang.
Korban juga disebut mengalami demam dua hari sebelum meninggal dunia saat bekerja di perusahaan mutiara di Pulau Lik.
Meski demikian, para aktivis menyatakan akan terus mengawal proses hukum hingga seluruh tahapan penyelidikan berjalan terbuka dan sesuai prosedur.
Aksi dini hari itu berlangsung dalam pengamanan aparat kepolisian dan situasi dilaporkan tetap kondusif.






































































































