Langgur, LanggurNews.com – Sejak dahulu hingga kini, begitu banyak pohon kelapa yang tumbuh subur di daerah Maluku, tidak terkecuali Kepulauan Kei.
Buah kelapa memiliki begitu banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Selain airnya yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, batok atau tempurungnya ternyata juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Batok (tempurung) kelapa adalah bahan baku arang briket ini, biasanya dibuang begitu saja.
Padahal, batok kelapa tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku mentah untuk diolah menjadi arang dan diolah menjadi produk inovatif yang memiliki tambah.
Peluang itu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh tiga pemuda di ohoi (desa) Langgur, Kecamataan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Provinsi Maluku, berinovasi melalui ketrampilan (inovasi).
Belajar dari internet, dan bermodalkan limbah kelapa (tempurung/batok bekas), ketiganya mulai menggeluti usaha pembuatan arang briket rumahan.
Di tengah susahnya mencari lapangan kerja, Felix Alexander Chandra (Ave), Imanuel Wensislaus Savsavubun (Iman) dan Hendrik Setitit (Nyong) adalah tiga dari puluhan bahkan ratusan pemuda yang memilih usaha pembuatan arang briket.
Kepada media ini di Langgur, Rabu (4/9/2024), ketiganya menuturkan awal mula jalani usaha tersebut.
“Katong (kita) mulai usaha ini sejak bulan Mei kemarin. Awalnya dikerjakan secara manual, namun kini sudah pakai mesin sendiri,” kata Ave.
Ave mengungkapkan, tahapan pembuatan arang briket dimulai dari pemanfaataan limbah kelapa.
“Bahan baku dari tempurung kelapa yang dibeli dari para tukang pemarut kelapa di pasar Langgur,” ujarnya.
Sebelum menjalankan usaha tersebut, mereka bertiga melakukan serangkaian uji coba pembuatan arang briket.
Uji coba dimaksud, agar arang briket yang dihasilkan nantinya benar-benar baik dan sempurna (pemanfaatannya).
“Tahap uji coba untuk mencari komposisi arang briket yang pas (mutu pemakaian) itu kami butuh 2 – 9 karung tempurung,” ujar Iman.
Menurut Iman, selain tempurung kelapa, bisa juga menggunakan kayu bakar. Akan tetapi, kualitasnya tidak bagus (arang tidak tahan lama).
Tahapan setelah tempurung dibakar menjadi arang yakni penggilingan untuk menghasilkan tepung arang.
Setelah tepung arang dihasilkan, kemudian dicampurkan dengan adonan khusus (bahan campuran) untuk menghasilkan arang briket
“Proses pembuatan sejak awal hingga menghasilkan arang briket itu maksimal itu dua hari,” tutur Iman.
Setelah tempurung kelapa dibakar menjadi arang, tidak bisa langsung dilakukan tahapan pembuatan arang briket, karena arang tersebut harus diamkan selama satu malam.
“Setelah itu baru digiling menjadi tepung arang. Setelah dicampur dengan adonan khusus, kemudian diblending dan dicetak, arang tersebut tidak langsung dijemur. Harus didiamkan satu malam. Jadi, butuh 2 – 3 hari baru bisa menghasilkan arang briket yang baik,” ungkap Nyong, salah satu dari mereka.
Diungkapkan Nyong, saat ini, untuk satu kali produksi, mereka baru menghasilkan 2 – 5 kg arang beriket.
Briket yang dihasilan ketiganya yakni berbentuk kubus dengan ukuran 3×3 cm dan 4×4 cm.
“Saat ini kami buat itu yang ukuran kubus/kotak dengan ukuran 3×3 dan 4×4 cm. Kami sementara siapkan berbagai ukuran dan bukan hanya bentuk kotak tapi yang bulat juga akan kami siapkan,” tandas Nyong.
Dengan bermodalkan uang saku sendiri, ketiga pemuda ini berani untuk menggeluti usaha dimaksud.
Arang briket yang sudah siap untuk dijual pun dipromosikan melalui sarana sosial media.
Saat ini, ketiga pemuda tersebut membutuhkan uluran perhatian dan dukungan dari berbagai pihak untuk mengembangkan usahanya.
Diketahui, saat ini mereka bertiga telah melakukan kerjasama dengan sejumlah Gereja Katolik di wilayah setempat terkait pemasaran arang briket.
“Kami berusaha dengan uang saku kami sendiri. Olehnya itu, kami berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah melalui instansi terkait maupun pemerintah ohoi, agar dapat membantu dan mendukung usaha ini. Kami berencana untuk melakukan demo (launching) terkait penggunaan arang briket ini kepada warga di ruang terbuka misalnya di depan pusat-pusat pertokoan,” pungkas Nyong.
Mereka bertiga sudah memulai. Mari kita beri dukungan untuk pengembangan usaha mereka..!






































































































