Jakarta, LanggurNews.com | Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memastikan destinasi pariwisata di Indonesia tetap aman bagi wisatawan meski situasi global, khususnya di kawasan Timur Tengah, sedang mengalami dinamika.
Widiyanti mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi internasional karena sektor pariwisata sangat berkaitan dengan mobilitas lintas negara.
“Pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara saksama,” kata Widiyanti dalam laporan bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, ketegangan di berbagai kawasan dunia, termasuk Timur Tengah, berpotensi menimbulkan ketidakpastian perjalanan internasional, baik bagi wisatawan maupun industri pariwisata global.
Untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata menyiapkan langkah adaptif dengan mengalihkan fokus promosi ke negara dengan akses perjalanan stabil seperti Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Oseania.
Selain itu, promosi digital diperkuat, event internasional diperbanyak, dan pergerakan wisatawan nusantara terus didorong agar tetap tinggi.
Widiyanti juga memastikan wisatawan yang terdampak penutupan ruang udara di Timur Tengah tetap mendapatkan pelayanan selama berada di Indonesia.
“Kami memastikan wisatawan yang berada di Indonesia tetap mendapatkan pelayanan dan dukungan yang baik,” ujarnya.
Dalam laporan kinerja Maret 2026, Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari 2026 mencapai 1,01 juta kunjungan.
Malaysia menjadi penyumbang terbesar, diikuti Australia, Tiongkok, Singapura, dan India.
Sementara itu Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut perjalanan wisatawan nusantara pada Januari 2026 mencapai 102,04 juta perjalanan, sedikit turun sekitar 0,93 persen dibanding tahun lalu.
Penurunan dipengaruhi posisi Januari yang berada di antara libur Natal-Tahun Baru dan menjelang Imlek serta Lebaran.
Meski demikian, pemerintah optimistis target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada 2026 tetap tercapai.
Di sisi lain, perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri tercatat sekitar 1 juta perjalanan atau naik 1,65 persen, dengan tujuan utama Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah menjelang libur Lebaran, termasuk insentif PPN Ditanggung Pemerintah untuk tiket pesawat domestik yang diperkirakan bisa menurunkan harga hingga 17–18 persen.
Selain itu, lebih dari 4.700 daya tarik wisata di seluruh Indonesia telah didata dalam program mitigasi risiko bencana untuk meningkatkan keselamatan wisatawan.
Kementerian Pariwisata menegaskan akan terus memperkuat promosi, kesiapan destinasi, serta kualitas SDM pariwisata agar sektor ini tetap tumbuh di tengah situasi global yang tidak menentu.
(Kemenpar/LN)






































































































