Tual, LanggurNews.com | Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Langgur menggelar kegiatan Family Site Visit dalam rangka peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini melibatkan keluarga karyawan dan mitra kerja untuk menumbuhkan kesadaran keselamatan kerja.
Pelaksana Harian (PH) Manager PLTMG Langgur, Agus Sulistiono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang digelar setiap Bulan K3 Nasional.
“Hari ini kami mengundang seluruh keluarga karyawan PLTMG Langgur. Mulai dari operator, pemeliharaan, security, cleaning service, OB, sampai mitra dari TNI dan Polri,” kata Agus kepada wartawan.
Menurut Agus, Family Site Visit bertujuan agar keluarga memahami langsung kondisi kerja dan risiko yang dihadapi para pekerja di lapangan.
“Biar keluarga tahu pekerjaan suami atau istrinya seperti apa. Di lapangan itu harus pakai APD lengkap, helm, masker, baju khusus. Bahkan ada pekerjaan di dalam tangki, itu wajib,” ujarnya.
Ia menekankan, budaya keselamatan tidak hanya dibangun di lingkungan kerja, tetapi juga harus dimulai dari rumah. Dukungan keluarga dinilai penting untuk membentuk kebiasaan kerja yang aman.
“Keselamatan itu dimulai dari rumah. Hal sederhana seperti pakai helm saat berangkat kerja juga kami tekankan,” ucapnya.
Saat ini, PLTMG Langgur memiliki 36 karyawan inti yang terdiri dari operator dan pemeliharaan. Jika digabung dengan security, pengemudi, dan OB, total personel mencapai hampir 50 orang.
Agus menjelaskan, PLTMG Langgur menjadi pemasok utama listrik di Pulau Kei Kecil dengan kontribusi sekitar 85 persen dari total kebutuhan. Beban puncak listrik di Pulau Kei mencapai 13 megawatt (MW), dengan hampir 11 MW disuplai oleh PLTMG Langgur.
“Kalau kami mati, pasti langsung defisit. Karena itu keandalan unit dan keselamatan kerja menjadi hal utama,” jelasnya.
Untuk menjaga keandalan pasokan, PLTMG Langgur juga didukung PLTD Sewa dan PLTD Langgur sebagai pembangkit cadangan saat dilakukan pemeliharaan.
Agus pun mengingatkan seluruh pekerja agar tetap konsisten mematuhi aturan keselamatan yang telah ditetapkan perusahaan.
“Di lapangan tidak boleh bekerja sendirian, minimal dua orang. Harus saling mengawasi dan mengingatkan supaya tetap aman,” tegasnya.






































































































