Tual, LanggurNews.com – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menghadiri kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Kota Tual dalam rangka Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Maluku di Kota Tual, Senin (9/3/2026).
Dalam sambutannya, Lewerissa mengatakan kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar tradisi makan bersama, tetapi menjadi sarana memperkuat ukhuwah atau persaudaraan antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, di tengah kemajemukan bangsa Indonesia, momentum Ramadan menjadi kesempatan untuk merefleksikan diri sekaligus meningkatkan akhlakul karimah serta memperkuat kerja sama demi kemajuan bersama.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan buka puasa bersama ini dalam rangka mempererat silaturahmi dan tali kasih sayang di antara sesama orang basudara,” ujar Lewerissa.
Ia mengatakan bulan suci Ramadan merupakan bulan istimewa yang dapat mengasah nurani melalui berbagai ibadah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghargai, meningkatkan toleransi, serta saling peduli satu sama lain agar tercipta suasana yang sejuk dan damai.
Selain itu, Lewerissa juga mengingatkan pentingnya membangun persatuan dan kerja sama yang kuat, baik antara pemerintah dan masyarakat maupun antarwarga.
Ia menilai dalam dinamika kehidupan sosial, perbedaan pandangan, termasuk pandangan politik dan kepentingan, kerap memicu fitnah serta perpecahan jika tidak disikapi dengan bijak.
“Melalui bulan suci Ramadan ini, mari kita tingkatkan persatuan di antara sesama sehingga tercipta kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat,” katanya.
Lewerissa juga mendorong jajaran Pemerintah Kota Tual untuk bekerja secara profesional serta mengoptimalkan potensi sumber daya manusia guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan.
Upaya tersebut, menurutnya, penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Ia juga mengajak seluruh umat beragama di Maluku untuk terus meningkatkan kualitas kerukunan antarumat beragama dengan saling memahami, menghormati, serta saling menopang satu sama lain.
“Sebagaimana petuah orang Maluku, potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, dan sagu salempeng dibagi dua,” katanya.






































































































