Ohoi Iso, LanggurNews.com – Sail to Indonesia 2025 adalah acara promosi pariwisata bahari Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya para pelayar yacht (yachter), ke berbagai destinasi wisata di Indonesia.
Rute Sail to Indonesia 2025 mencakup 90% wilayah perairan, dengan entry point (titik masuk) di Kabupaten Maluku Tenggara. Sementara di Batam sebagai exit point (titik keluar).

Di Maluku Tenggara, salah ohoi (desa) yang dikunjungi para yachter adalah Ohoi Iso, Kecamatan Kei Kecil Timur, pada hari Kamis (24/7/2025).
Ohoi Iso menyuguhkan tiga paket wisata yang dapat dinikmati para yachter yakni Budaya, Kuliner dan Bahari (berburu Oister, dalam bahasa Kei disebut Ngatun, serta edukasi mangrove/bakau).
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ooi Iso, Natalis Xaverius Jamrewav kepada media ini menjelaskan, Oyster – merujuk pada tiram – yaitu sejenis kerang yang biasa dikonsumsi. Dalam konteks makanan, tiram sering disajikan mentah, tetapi juga bisa diolah menjadi berbagai hidangan.
“Disela-sela kegiatan berburu Oyster, para yachter juga akan diedukasi tentang tanaman bakau (mangrove),” ujar pria yang akrab dipanggil Ferry.
Ia mengungkapkan, edukasi mangrove dilakukan oleh Mahasiswa KKN-PPM UGM Jelajah Kei Kecil 2025 yang mulai melaksanakan pengabdian di ohoi Iso.
Para yachter akan diajak untuk mengenal berbagai jenis mangrove yang tumbuh di pantai perairan ohoi Iso.
Kunjungan para wisatawan ini didampingi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan juga Mahasiswa KKN-PPM UGM Jelajah Kei Kecil 2025 lokasi ohoi Iso, yang memberikan dukungan penuh dalam kegiatan ini.
Kecerdasan mahasiswa KKN-PPM UGM pun menjadi keunggulan serta keuntungan bagi para yachter dakam memberikan edukasi manggrove dan workshop ecoprint pun diberikan kepada para yachter.
“Usai workshop ecoprint, para yachter diajak untuk menikmati kuliner setempat,” kata Ferry.
Adapun kuliner yang disediakan semuanya dari bahan baku alami seperti enbal, singkong, pisang dan kelapa, yang dibuat oleh ibu-ibu Tim Penggerak PKK Ohoi Iso.
Ohoi Iso boleh kecil, namun memiliki kekayaan yang besar!
Editor : Geraldo Leisubun






































































































