Jakarta, LanggurNews | Praktisi Pariwisata Kepulauaan Kei, Ronald Tethool, mempromosikan potensi Pariwisata Kepulauan Kei dalam iven Village Economic Forum 2026 yang digelar APUDSI di Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (14/2) lalu.
Forum tersebut merupakan rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan hari ulang tahun ke-1 organisasi itu.
Dalam keterangan kepada media ini, Kamis (19/2), Ronald mengatakan dirinya diundang sebagai Praktisi Pariwisata Kepulauan Kei untuk mewakili perwakilan APUDSI 37 provinsi dalam forum tersebut.
Ia memaparkan pengalaman dan strategi pengembangan yang ia lakukan untuk Desa Wisata Ngilngof yang berada di wilayah terpencil Kepulauan Kei, Maluku, namun mampu berkembang hingga berstandar internasional.
Ronald Tethool merupakan mantan Ketua Desa Wisata Ngilngof, dan saat ini sebagai Praktisi Pariwisata Kepulauan Kei, sekaligus sebagai CEO MTC (Mercy Tethool Corporate) Kei Tour & Travel.
Menurut Ronald, Kepulauan Kei terdiri atas dua wilayah pemerintahan, yakni Kabupaten Maluku Tenggara dengan ibu kota Langgur, dan Kota Tual.
Kota Tual memiliki sekitar 22 objek wisata, sementara Kabupaten Maluku Tenggara memiliki 75 objek wisata.
Ia menilai potensi tersebut menjadikan Kepulauan Kei layak dikembangkan sebagai destinasi unggulan baru di kawasan timur Indonesia.
Sejumlah destinasi unggulan di wilayah itu antara lain Pantai Ngurtavur, Pulau Ngurtavur, Pulau Bair, Pulau Adranan, Goa Hawang, dan Pantai Ohoidertavun.
Selain itu, terdapat pula Festival Pesona Meti Kei yang rutin digelar setiap tahun sebagai daya tarik wisata budaya.
Ronald menyampaikan bahwa Desa Wisata Ngilngof pernah masuk dalam 16 besar desa wisata nasional dan meraih juara dua kategori Desa Wisata Maju.
Pada 2022, Pantai Ngurbloat meraih Rekor MURI sebagai pantai dengan hamparan pasir putih terpanjang.
Selanjutnya pada 2023, Desa Wisata Ngilngof masuk 11 besar desa wisata terbaik yang mewakili Indonesia di tingkat Asia serta meraih penghargaan kategori homestay tourism award tingkat ASEAN.
Berdasarkan capaian tersebut, Ketua APUDSI memberikan kepercayaan kepada Ronald untuk bergabung dalam misi dagang “Apusi Goes to Europe” pada 2025. Dalam kegiatan itu, rombongan difasilitasi bertemu sejumlah agen perjalanan di Belanda dan Prancis.
Ia mengatakan kerja sama tersebut berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan. Sejak Januari hingga Februari 2026 tercatat sekitar 85 wisatawan berkunjung melalui jaringan travel hasil kolaborasi tersebut.
Dalam Rakernas, Ronald juga menyampaikan kepada para pejabat dan investor dari Singapura, Dubai, Malaysia, China, Belanda, dan Jakarta bahwa sektor unggulan Kepulauan Kei adalah pariwisata dan perikanan. Namun demikian, ia mengakui investasi di wilayah tersebut masih terbatas.
Karena itu, pihaknya meminta dukungan APUDSI untuk memfasilitasi kehadiran investor guna membuka lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di Kepulauan Kei.
Ia menambahkan, APUDSI telah menjalin nota kesepahaman dengan investor Singapura senilai 50 juta dolar AS atau sekitar Rp856 miliar untuk mendukung pembelian dan ekspor produk desa di Kepulauan Kei, seperti hasil perikanan, pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
APUDSI juga akan membentuk Majelis Kerja Daerah (MKD) di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual guna memperkuat pendampingan pelaku usaha desa agar mampu menembus pasar nasional dan internasional.
Ronald berharap keikutsertaannya dalam forum nasional tersebut dapat memperkuat branding Kepulauan Kei sebagai destinasi wisata unggulan dan mendorong masuknya investasi ke daerah itu.
APUDSI adalah sebuah organisasi yang dibentuk untuk memperkuat ekonomi desa dari Sabang sampai Merauke yang fokus pada membangun ekosistem usaha desa melalui pendampingan legalitas, akses pembiayaan, serta pemasaran produk desa ke tingkat nasional dan internasional, dengan target menciptakan satu juta pengusaha desa.
Dibawah kepemimpinan Ketua Umum Maulidan Isbar, APDUSI bertujuan Menjadikan desa mandiri, meningkatkan lapangan kerja, dan mendorong pemerataan ekonomi nasional.
Program Utama APUDSI yakni Mengembangkan infrastruktur usaha, pendampingan dari hulu ke hilir, dan menjaga kestabilan harga komoditas desa, dan bergerak secara nasional, dan berperan aktif dalam mempertemukan pelaku usaha di desa dengan peluang bisnis dan jaringan yang lebih luas.






































































































