Bali, LanggurNews.com | Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menggelar pertemuan dengan 74 pelaku usaha sektor pariwisata serta pemerintah daerah di Bali.
Dalam pertemuan tersebut, pelaku usaha menyampaikan sejumlah persoalan krusial mulai dari pengelolaan sampah, infrastruktur, hingga mahalnya harga tiket transportasi.
Pertemuan berlangsung di Politeknik Pariwisata Bali, Jumat (13/2/2026), dan dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman.
Gibran mengatakan forum tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah, khususnya terkait pengembangan pariwisata di Bali.
“Kalau kemarin kita rapat koordinasi secara nasional, hari ini fokus membahas Bali. Kita ingin mendengar langsung masukan dari teman-teman asosiasi pariwisata,” kata Gibran.
Sejumlah isu disampaikan pelaku usaha, di antaranya pengembangan infrastruktur dan destinasi pada 10 destinasi prioritas, peningkatan keselamatan wisata melalui sertifikasi dan pelatihan kompetensi, kemudahan perizinan, serta penanganan sampah.
Menanggapi hal tersebut, Gibran meminta adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam menyelesaikan berbagai kendala di sektor pariwisata.
“Masalah sampah, air, sertifikasi, animal welfare, sampai infrastruktur akan segera kita tindak lanjuti. Target pariwisata ke depan juga harus terus kita tingkatkan agar mampu bersaing dengan negara-negara tetangga,” ujarnya.
Gibran menegaskan Bali memiliki peran strategis sebagai wajah Indonesia di mata dunia. Sekitar 45 persen dari total 15 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia masuk melalui Bali.
“Bali adalah kesan pertama wisatawan mancanegara saat tiba di Indonesia. Ini harus dijaga dengan baik,” kata Gibran.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga momentum kunjungan wisatawan pada kuartal I 2026, seiring banyaknya hari libur panjang mulai dari Natal dan Tahun Baru, Imlek, hingga menjelang Lebaran dan libur sekolah.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan instalasi pengolahan sampah Waste to Energy (WtE) di tiga daerah, termasuk Bali, yang ditargetkan mulai berjalan pada Maret 2026.
“Kami berharap TPA Suwung belum ditutup sampai program Waste to Energy benar-benar berjalan,” ujarnya.
Terkait mahalnya harga tiket pesawat domestik, Widiyanti menyebut pemerintah telah memberikan insentif berupa diskon tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 17 hingga 18 persen.
Selain itu, diskon 30 persen juga diberikan untuk tiket kereta api dan kapal laut, serta pembebasan tarif jasa pelabuhan angkutan penyeberangan.
Widiyanti menegaskan seluruh masukan dari pelaku usaha akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
“Sinergi pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta pelaku pariwisata dan UMKM sangat diperlukan untuk mendorong kemajuan pariwisata nasional,” ujarnya.
(Kemenpar/LN)






































































































