Jakarta, LanggurNews.com | Indonesia mencatat penurunan signifikan angka kematian akibat demam berdarah dengue (DBD). Case Fatality Rate (CFR) DBD nasional turun konsisten hingga mencapai 0,4% pada 2025, terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Asnawi Abdullah saat membuka Forum Regional Dengue yang digelar Kemenkes bersama Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue di Hotel JW Marriott Jakarta, Senin (9/2/2026).
Asnawi mengatakan, CFR DBD Indonesia turun dari 0,9% pada 2021 menjadi 0,4% pada 2025. Angka tersebut sudah berada di bawah target nasional sebesar 0,5%.
“Meski dengue masih menyebar di masyarakat, jumlah kematian akibat penyakit ini terus menurun,” kata Asnawi.
Menurutnya, penurunan angka fatalitas ini menunjukkan ketangguhan sistem layanan kesehatan nasional dalam manajemen klinis dengue, serta peran aktif masyarakat dalam pencegahan penyakit.
Indonesia sempat mengalami lonjakan kasus DBD pada 2024 akibat fenomena El Niño. Namun, pada 2025 pemerintah berhasil melakukan pemulihan melalui strategi pengendalian yang lebih proaktif dan adaptif.
Asnawi menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran tenaga kesehatan dan relawan di lapangan, termasuk program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang melakukan pemantauan dari rumah ke rumah.
“Program Jumantik berperan penting dalam memutus rantai penularan dengue langsung dari sumbernya,” ujarnya.
Dengan angka fatalitas yang telah berada di bawah target nasional, pemerintah optimistis Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai target nol kematian akibat dengue pada 2030.
Forum Regional Dengue yang berlangsung pada 9–10 Februari 2026 ini diharapkan menjadi wadah berbagi pengalaman dan pembelajaran antarnegara ASEAN dalam pengendalian dengue, khususnya terkait manajemen klinis dan kolaborasi berbasis komunitas.
(Kemenkes/LN)






































































































