Jakarta, LanggurNews.com – Geopark Kaldera Toba mendapat peringatan yellow card dari UNESCO dalam rapat tahunan UNESCO Global Geopark di Maroko, 4–5 September 2023.
Status ini menandakan kawasan tersebut belum memenuhi sejumlah standar yang ditetapkan badan dunia tersebut.
Merespons hal ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengundang GM Badan Pengelola Kaldera Toba UNESCO Global Geopark, Dr. Azizul Kholis, untuk memberikan asistensi dan pemaparan situasi terkini.
“Pihak UNESCO akan melakukan assessment ulang pada 15 Juli 2025. Kami butuh dua bulan untuk berbenah, dan kami optimistis bisa kembali ke green card dengan dukungan semua pihak, termasuk dari pemerintah pusat hingga daerah,” kata Azizul.
UNESCO memberikan empat rekomendasi utama agar status geopark dapat dipulihkan yakni Diversifikasi cerita geologi dan perluasan survei, Inventarisasi warisan alam dan budaya yang lebih mendalam, Peningkatan visibilitas, termasuk pemasangan panel interpretasi di geosite, dan Kolaborasi antar-geopark dan pelatihan SDM pengelola.
Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, menyampaikan bahwa Kemenpar telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya, Pembuatan panel interpretasi di berbagai geosite, Penyelenggaraan event MICE untuk mendukung promosi kawasan, Penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024 sebesar Rp 56,6 miliar ke delapan kabupaten di kawasan Danau Toba: Dairi, Karo, Simalungun, Tapanuli Utara, Toba, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, dan Samosir, serta Revitalisasi geosite seperti Monkey Forest Sibaganding dan Pulau Sibandang.
Pemerintah juga menargetkan penyusunan siteplan geosite pada 2026 sebagai langkah memperkuat struktur dan manajemen Geopark Kaldera Toba.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa Kemenpar mendukung penuh upaya pemulihan status geopark.
“Status UNESCO Global Geopark adalah kehormatan dan tanggung jawab besar. Kami akan terus mendampingi pemerintah daerah agar pengelolaan Kaldera Toba selaras dengan prinsip keberlanjutan dan pelestarian warisan alam,” tegasnya.
Geopark Kaldera Toba memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan. Pemerintah berharap, kerja sama lintas sektor dapat mengembalikan status green card pada evaluasi mendatang.
(Biro Komunikasi Kemenpar/LanggurNews)





































































































