Langgur, LanggurNews.com | Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bakal menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat pada pertengahan April 2026.
Program ini menyasar lansia dan warga kurang mampu yang mengalami gangguan penglihatan.
Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Meohai Kendari dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia.
Wakil Bupati Wabup) Maluku Tenggara (Malra), Carlos Viali Rahantoknam, mengatakan operasi katarak gratis ini merupakan bentuk intervensi sosial dan medis untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan.
“Tujuan utamanya mengembalikan fungsi penglihatan lansia dan masyarakat kurang mampu sehingga bisa meningkatkan kemandirian, produktivitas, dan kualitas hidup,” kata Viali saat memimpin rapat koordinasi di Kantor Bupati Maluku Tenggara, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi lansia, tetapi juga terbuka bagi masyarakat usia produktif yang membutuhkan penanganan medis.
Viali mengungkapkan, berdasarkan referensi yang dibacanya, prevalensi katarak di Maluku Tenggara disebut mencapai 38,5 persen, terutama pada warga berusia di atas 30 tahun.
Ia menilai kondisi geografis wilayah pesisir menjadi salah satu faktor risiko. Paparan sinar ultraviolet dan pantulan cahaya dari laut serta dataran rendah diduga berkontribusi terhadap tingginya gangguan penglihatan.
“Kalau mata terganggu, masyarakat juga kesulitan bekerja dan mencari nafkah. Ini bukan sekadar masalah medis, tapi juga sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Pemkab Maluku Tenggara meminta Dinas Kesehatan segera menyiapkan data warga yang terdeteksi menderita katarak.
Selain itu, kesiapan fasilitas kesehatan juga diminta untuk dipastikan, termasuk di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur dan RSUD Pratama Elat.
Dinas Sosial juga diminta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit agar pelaksanaan operasi berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Tolong diseriusi, ini menyangkut kemanusiaan,” tegas Viali.
Rapat koordinasi turut dihadiri jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, pimpinan rumah sakit, serta tim dari Sentra Meohai Kendari. Sosialisasi teknis pelaksanaan operasi juga disampaikan dalam pertemuan tersebut.






































































































