Ohoijang, LanggurNews.com | Umat Katolik memasuki Minggu Prapaskah I sebagai awal masa pertobatan, puasa, dan pembaruan iman.
Dalam renungannya, Pastor Paroki Ohoijang, RD Thomas Ratuanak, mengajak umat menyadari kelemahan manusia di hadapan Allah yang Mahakuasa dan Maha Pengasih.
Menurut Pastor Thomas, Sabda Allah pada Minggu Prapaskah pertama mengingatkan umat bahwa manusia adalah ciptaan yang lemah dan berdosa, namun tetap dikasihi Allah.
Dalam bacaan pertama dari Kitab Kejadian, dikisahkan bahwa manusia diciptakan dari debu tanah dan menerima hidup dari Allah sendiri. Manusia diberi hukum dan perintah agar hidup dalam kebahagiaan dan keselamatan.
“Namun karena godaan ular, simbol iblis, manusia jatuh dalam dosa akibat ketidaktaatan. Hidup yang terpisah dari kasih Allah mendatangkan penderitaan,” jelas Pastor Thomas.
Ia menegaskan bahwa kisah tersebut menjadi cermin bagi umat beriman agar tidak menjauh dari Tuhan, sebab di situlah sumber kehidupan sejati.
Sementara itu, dalam bacaan Injil (Injil Matius 4:1-11), Yesus dikisahkan berpuasa selama 40 hari di padang gurun dan dicobai oleh iblis.
Pastor Thomas menjelaskan bahwa Yesus berpuasa bukan karena membutuhkan pertobatan, melainkan untuk menunjukkan ketaatan-Nya kepada Bapa serta kemenangan atas kuasa iblis.
Ia memaparkan tiga bentuk godaan yang dialami Yesus:
Pertama, godaan kenikmatan duniawi ketika iblis meminta Yesus mengubah batu menjadi roti. Yesus menegaskan bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
Kedua, godaan kekuasaan dan popularitas saat Yesus diminta menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah. Yesus menolak dengan tegas dan mengingatkan agar tidak mencobai Tuhan.
Ketiga, godaan akan harta dan kekuasaan dunia ketika iblis menawarkan seluruh kerajaan dunia asalkan Yesus menyembahnya. Yesus menolak dan menegaskan bahwa hanya Tuhanlah yang patut disembah.
“Dalam kelemahan manusiawi-Nya setelah berpuasa 40 hari, Yesus tetap setia dan menang karena berpegang pada Sabda Allah,” ujar Pastor Thomas.
Pastor Paroki Ohoijang itu mengajak umat memanfaatkan Masa Prapaskah sebagai kesempatan untuk memperdalam iman melalui doa, puasa, pantang, dan perayaan Ekaristi.
Ia menekankan empat hal penting bagi umat:
- Menyadari bahwa hidup berasal dari Allah.
- Mengakui kelemahan dan dosa, namun percaya bahwa Tuhan memberi kekuatan.
- Menjadikan Masa Prapaskah sebagai sarana pertobatan sejati.
- Mengandalkan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan.
“Dengan berpantang dan berpuasa, kita memurnikan iman kepada Allah sebagai sumber kehidupan, kebahagiaan, dan keselamatan,” tutup RD Thomas.
Renungan ini menjadi pengingat bagi umat agar tidak terjebak dalam godaan dunia, melainkan semakin teguh berpegang pada Sabda Allah sepanjang Masa Prapaskah.
Oleh : RD Thomas Ratuanak (Pastor Paroki Ohoijang)






































































































