LanggurNews.com | Pastor Crysan Dwiputra Lefteuw Malla MSF memimpin misa perdana di Gereja Paroki Santo Petrus Kelanit, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Rabu (4/2/2026).
Dalam khotbah perdananya di tanah leluhur, imam baru ini mengajak umat untuk berani meninggalkan zona nyaman demi memperoleh kehidupan dan keselamatan.
Dilansir dari kanal youtube KOMSOS KEI, Pastor Crysan dalam khotbahnya mengangkat Injil tentang Yesus yang tidak dihormati di tempat asal-Nya sendiri.
Menurutnya, kisah tersebut bukan berbicara soal penolakan, melainkan tentang panggilan hidup yang menuntut keberanian untuk pergi dan berkorban.
“Keselamatan hanya bisa diperoleh kalau seseorang berani meninggalkan sesuatu. Para murid dipanggil untuk meninggalkan jala, perahu, bahkan orang tua mereka,” kata Pastor Crysan di hadapan umat.
Ia kemudian mengaitkan pesan Injil tersebut dengan pengalaman hidup keluarganya.
Pastor Crysan menuturkan bahwa banyak orang hanya melihat keberhasilan, tetapi tidak melihat pergumulan dan pengorbanan yang harus dilalui, termasuk meninggalkan kampung halaman dan menghadapi masa-masa sulit.
“Orang sering hanya melihat hasil akhirnya, tapi tidak melihat air mata dan pergumulan di baliknya,” ujar Pastor yang saat ini bertugas di Paroki St. Theresia Sanggata, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur itu.
Sebagai imam yang untuk pertama kalinya merayakan Ekaristi di Kelanit bersama ibunya, Pastor Crysan menegaskan kehadirannya bukan untuk menunjukkan keberhasilan keluarga, melainkan untuk memberi kesaksian iman.
“Kami datang bukan untuk pamer, tetapi untuk memberi kesaksian bahwa hidup dan keselamatan diperoleh dengan keberanian meninggalkan,” katanya.
Ia pun mengajak umat agar tidak takut berubah, tidak takut ditolak, dan tidak takut berkorban meski harus melalui air mata.
Menurutnya, pengorbanan sering menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Orang yang menabur dengan bercucuran air mata akan menuai dengan bersorak-sorai,” tutup Pastor Crysan.
Pastor Crysan Dwiputra Malla MSF ditahbiskan pada tangggal 10 Oktober 2024 di Gereja Paroki St. Joan Don Bosco Sampit, oleh Uskup Keuskupan Palangka Raya, Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF.






































































































