Merauke, LanggurNews.com | Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC, menegaskan bahwa ketaatan merupakan kekuatan utama Gereja Katolik yang membuatnya tetap kokoh hingga saat ini.
Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada Perayaan Penerimaan Tahbisan Imamat tiga imam baru di Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius, Sabtu (31/1/2026).
Dilansir dari kanal youtube Media Katedral Merauke, tiga imam yang ditahbiskan yakni RP Agustinus N. Yokit, RD Gregorius Helyanan, dan RP Yohanis Ngaga Mbira Lando.
Dalam kesempatan tersebut, Uskup Mandagi menyampaikan ucapan profisiat kepada para imam baru, orang tua, keluarga, serta tarekat Missionaris Hati Kudus (MSC).
“Saya bangga karena ada imam-imam MSC yang diutus bekerja hingga ke luar negeri. Perutusan ini sudah dimulai sekitar 30 tahun lalu dan harus terus dijaga,” ujar Mandagi.
Ia menasihatkan para imam, khususnya tarekat MSC, agar siap diutus ke mana saja tanpa banyak menuntut pemindahan tugas.
Menurutnya, semangat perutusan dan kesiapsediaan melayani merupakan teladan yang harus dijaga para imam.
Uskup Mandagi juga menyinggung pernyataan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo terkait penghormatan terhadap tempat kudus dan para pelayan gereja.
Ia menegaskan bahwa imam dan uskup adalah manusia biasa yang memiliki kelemahan, namun telah dipilih dan dikuduskan oleh Tuhan.
“Karena itu mari kita hormati para Pastor dan Uskup. Jangan sampai ada demo di muka gereja. Ini bukan budaya kita di Papua Selatan,” tegasnya.
Ia mengaku prihatin dengan maraknya aksi demonstrasi di gereja dan sikap penolakan terhadap uskup yang menurutnya dipengaruhi budaya dari luar Papua Selatan.
Uskup Mandagi menilai umat di Papua Selatan pada dasarnya memiliki sikap hormat yang tinggi terhadap gereja.
Dalam sambutannya, Mandagi kembali menekankan pentingnya ketaatan imam kepada uskup. Menurutnya, tanpa ketaatan, Gereja Katolik akan kehilangan kekuatannya.
“Kekuatan Gereja Katolik adalah ketaatan dan loyalitas. Kalau itu hilang, gereja bisa hancur,” katanya.
Ia meminta para imam yang menghadapi persoalan agar menyampaikannya langsung kepada Uskup, bukan melibatkan keluarga atau kelompok tertentu yang justru dapat memicu konflik.
Menutup sambutannya, Uskup Mandagi mengajak seluruh umat dan para imam untuk menjaga persatuan serta kekudusan Keuskupan Agung Merauke.
Ia berharap tidak ada lagi perpecahan maupun tindakan yang mencoreng nama baik gereja di Papua Selatan.
“Mari kita jaga kehormatan gereja, keluarga, dan keuskupan ini. Papua Selatan adalah umat yang baik dan hormat kepada gereja,” pungkasnya.






































































































