Banda Ely, LanggurNews.com | Dua Puskesmas di Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), menyampaikan aspirasi peningkatan status menjadi Puskesmas rawat inap saat disambangi pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Malra, Kamis (29/1/2026).
Kedua Puskesmas tersebut yakni Puskesmas Banda Ely dan Puskesmas Hollat. Selain peningkatan status layanan, keduanya juga mengeluhkan keterbatasan sarana prasarana penunjang pelayanan kesehatan.
Kepala Puskesmas Banda Ely, Sri Endang Rosonggin, mengatakan wilayah kerjanya cukup luas karena melayani 19 ohoi, mulai dari Banda Efruan hingga Ohoi Soin.
Namun, kondisi akses jalan menuju Puskesmas masih rusak dan membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
“Jalan masuk ke Puskesmas rusak. Kami mohon agar bisa diperbaiki demi kelancaran pelayanan,” kata Sri Endang.
Ia juga mengusulkan peningkatan status Puskesmas Banda Ely menjadi rawat inap, mengingat jauhnya jangkauan pelayanan dan jumlah penduduk yang dilayani.
“Kami sudah lama berdiri dan wilayah kerja kami cukup luas, jadi sangat berharap bisa ditingkatkan menjadi Puskesmas rawat inap,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya mengusulkan pembangunan mess medis karena sebagian besar dari 40 tenaga kesehatan yang bertugas merupakan tenaga dari luar daerah.
Saat ini, para tenaga kesehatan masih tinggal di rumah kontrakan, meski lahan untuk pembangunan mess telah disiapkan.
Puskesmas Banda Ely juga mengusulkan peningkatan status Poskesdes Banda Efruan dan Poskesdes Renfan karena keduanya melayani penduduk yang cukup banyak.
Permintaan penambahan ambulans darat turut disampaikan untuk menunjang layanan rujukan dari Banda Efruan hingga Wassar.
“Ambulans darat sangat kami butuhkan. Selama ini kegiatan luar gedung sering terkendala, apalagi saat cuaca buruk,” jelas Sri Endang.
Ia mengungkapkan, Puskesmas Banda Ely saat ini hanya memiliki ambulans laut yang kondisinya rusak. Ambulans laut tersebut diterima sejak 2017 dan kini tidak dapat difungsikan. Untuk operasional, pihaknya masih meminjam ambulans laut milik Puskesmas Hor.
Sementara itu, Puskesmas Hollat juga menyampaikan aspirasi serupa. Puskesmas ini melayani 11 ohoi, yakni Watlaar, Ohifaruan, Ohoifau, Solair, Hollat Atas, Hoko, Hollai, Tuburngil, Kilwair, dan Yamtimur.
Puskesmas Hollat memiliki tiga Pustu, namun satu di antaranya rusak. Pustu Watlaar dan Yamtimur saat ini terpaksa menggunakan gedung Posyandu untuk pelayanan, sementara Pustu Ohoiwirin dalam kondisi rusak.
Selain keterbatasan Pustu, ambulans darat yang dimiliki Puskesmas Hollat juga dilaporkan sudah rusak. Kondisi tersebut membuat pelayanan kesehatan, terutama untuk rujukan pasien, menjadi tidak maksimal.
“Kami juga merindukan peningkatan status menjadi Puskesmas rawat inap,” ujar perwakilan Puskesmas Hollat di hadapan anggota Komisi I DPRD Malra.
Kendati Komisi I tidak membidangi tidak bermitra langsung dengan Dinas Kesehatan, namun fungsi pengawasan tetap melekat sebagai anggota DPRD.
Aspirasi dari kedua Puskesmas tersebut menjadi catatan Komisi I DPRD Malra untuk disampaikan kepada Komisi terkait untuk ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah dan dinas teknis.



































































































