LanggurNews.com – Peta kekuatan Piala Dunia FIFA 2026 mulai tergambar.
Dikutip dari laman www.uefa.com dari total 16 jatah yang disediakan untuk zona Eropa (UEFA), tujuh negara raksasa telah memastikan diri lolos ke putaran final yang akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Prancis, Jerman, Inggris, Portugal, Belanda, dan Kroasia mempertahankan tradisi mereka sebagai tim-tim papan atas, sementara Norwegia mencatatkan cerita come-back paling dramatis dengan kembali ke panggung terbesar setelah absen selama 28 tahun.
Di bawah asuhan pelatih anyar Thomas Tuchel, Inggris tampil perkasa dengan rekor sempurna 100% di Grup K, mencetak 22 gol tanpa kebobolan.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi The Three Lions untuk melupakan luka final EURO 2024 dan menatap kampanye Piala Dunia dengan Harry Kane yang masih tajam di depan gawang.
Sementara itu, juara bertahan Prancis kembali menunjukkan kelasnya sebagai mesin pencetak gol. Dengan dipimpin superstar Kylian Mbappé, Les Bleus melenggang mulus dari Grup D dan kini mengincar gelar ketiga secara beruntun, sebuah prestasi yang hanya bisa dicapai oleh tim-tim terhebat dalam sejarah.
Jerman juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Setelah awal yang tergelincir, tim asuhan Julian Nagelsmann mengakhiri kualifikasi dengan kemenangan telak 6-0, membawa mereka ke turnamen dengan percaya diri tinggi.
Sebuah generasi baru, dipimpin Florian Wirtz, kini siap memulihkan nama baik Die Mannschaft dan mengejar gelar dunia kelima.
Tak kalah menarik, Portugal melaju dengan mulus. Dengan lini tengah yang dipenuhi bintang seperti Bruno Fernandes dan Vitinha, serta ketajaman Cristiano Ronaldo yang tak lekang oleh usia, Seleção berpotensi memberikan hadiah perpisahan terindah bagi Ronaldo di turnamen yang bisa jadi yang terakhir baginya.
Dua negara yang selalu menjadi penantang serius, Kroasia dan Belanda, kembali lolos. Kroasia, runner-up 2018, sekali lagi membuktikan diri mampu “bermain di atas kertas” berkat sentuhan magis Luka Modrić yang masih memegang kendali di lini tengah.
Di kubu lain, Belanda yang tiga kali gagal di final, kini bertekad mengubah sejarah. Dengan dipimpin sang inspirator, Virgil van Dijk, dan Memphis Depay yang tajam, Oranje berharap akhirnya bisa mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Namun, sorotan juga tertuju pada Norwegia. Selama 28 tahun, mereka hanya menjadi penonton.
Kini, berkat duet maut Liga Premier, Erling Haaland dan Martin Ødegaard, tim ini kembali dengan status juara Grup I setelah mengalahkan Italia. Haaland menjadi mesin gol dengan 16 gol, sementara Ødegaard menjadi kreator di baliknya.
Jika keduanya dalam performa puncak di Amerika Utara, Norwegia bisa menjadi kejutan besar turnamen.
Dengan tujuh tiket sudah di tangan, fokus kini beralih ke sembilan slot tersisa yang akan diperebutkan melalui jalur play-off yang sengit.
Fans sepak bola global pun menantikan siapa lagi yang akan bergabung dengan para raksasa ini dalam perburuan gelar juara dunia paling bergengsi.






































































































