Langgur, LanggurNews.com – Menyusul kesuksesan promosi pariwisata Kepulauan Kei ke Eropa dan target 1.000 wisatawan mancanegara pada 2026, MTC Group memberikan sejumlah masukan krusial untuk peningkatan pelayanan di Bandar Udara Karel Sadsuitubun, Langgur.
Hal ini disampaikan langsung oleh CEO MTC Group, Ronald Tethool, dalam sebuah forum komunikasi publik yang digelar oleh Kantor UP Bandar Udara setempat, Sabtu (15/11/2025) lalu.
Dalam forum yang membahas standar pelayanan bandara, Ronald Tethool didampingi jajaran direksinya, Gitro Tethool dan Stella Tethool.
Sebagai salah satu pelaku pariwisata terbesar di Kei, MTC Group memberikan apresiasi atas masuknya pesawat berbadan besar (Boeing 737-900) namun juga menyoroti sejumlah fasilitas yang perlu segera diperbaiki untuk menyambut wisatawan internasional.
Ronald Tethool menyampaikan beberapa poin usulan agar kenyamanan penumpang, khususnya wisatawan, dapat terjamin:
Area Keberangkatan: Kursi di ruang tunggu keberangkatan dinilai sudah usang dan jumlahnya tidak memadai, menyebabkan banyak penumpang terpaksa berdiri.
“Kursi-kursi itu perlu diperbaharui dan ditambahkan,” usul Ronald.
Area Kedatangan Proses tunggu bagasi dianggap terlalu lama dan perlu dipercepat. Selain itu, ruangan tersebut dinilai “kosong” dan perlu dipercantik dengan video promosi serta branding pariwisata Kepulauan Kei.
Selain itu Stella Tethool, mengusulkan agar adanya fasilitas Money Changer: kiranya Pihak bandara diminta bekerja sama dengan beberapa Bank untuk menyediakan layanan penukaran valuta asing, mengingat bandara lainnya sudah memilikinya.
ATM: Mesin ATM yang rusak harus segera diperbaiki kondisinya.
Kebersihan Toilet: Ini menjadi sorotan serius.
“Toilet-toilet di bandara itu harus tetap bersih, dan tersedia tisu khusus untuk toilet,” tegasnya.
Selain itu juga, Gitro Tethool mempertanyakan persyaratan teknis bagi pesawat jet pribadi dari Australia yang kerap membawa turis mancanegara. Ia ingin mengetahui apakah penerbangan langsung ke Kei sudah memungkinkan atau masih harus transit di Bali.
Usulan-perbaikan ini disampaikan tidak tanpa alasan. Ronald Tethool baru saja kembali dari misi “APUDSI Goes to Europe” pada 30 Oktober–8 November 2025, di mana ia berhasil mempromosikan Kepulauan Kei ke pasar Eropa.
Sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia Timur dalam Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI), Ronald yang diakui sebagai ‘Local Champion’ terbaik dan sebagai tokoh pemuda penggerak kemajuan ekonomi di Desa Wisata Ngilngof, menandatangani kerjasama strategis dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia di Belanda (Aspina).
“Kemarin saat di Eropa, saya sebagai CEO MTC TOUR & TRAVEL sudah melakukan kerjasama dengan beberapa travel-travel besar yang ada di Paris dan juga Belanda,” pungkas Ronald.
“Dan kita sudah siap, di tahun 2026 para wisatawan dari dua negara ini akan berkunjung ke Kepulauan minimal 1.000 orang. Mereka akan berada di Kepulauan Kei,” imbuhnya, menegaskan mengapa peningkatan kualitas bandara menjadi hal yang mendesak.



































































































