Langgur, LanggurNews.com – Bagi pembaca mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar (SD) pada tahun 80an dan 90an, pastilah akrab dengan tokoh ikonik Budi, yang ada pada mata pelajaran bahasa Indonesia.
Generasi yang bersekolah di era itu, tentu sulit melupakan kenangan tentang ikonik Budi.
Para guru di era itu, sering mendikte murid-muridnya sambil mengajak mereka untuk mengeja tokoh Budi dan keluarganya yang ikonik itu.
i ni Bu di,
i ni i bu Bu di
i ni ba pak Bu di
i ni ka kak Bu di
i ni a dik Bu di
Itulah sepenggal teknik mengeja sebuah rankaian kata yang paling akrab di era 80an dan 90an.
Namun, dibalik tokoh Budi yang ikonik itu, tahukah anda tentang sosok dibalik terciptanya buku Ini Budi tersebut?
Berikut ini Langgurnews.com telah merangkumnya dari www.wikipedia.com dan sumber terpercaya lainnya untuk pembaca setia kami.
Tokoh sentral bacaan tentang Budi sekeluarga yang ikonik itu bernama Siti Rahmani Rauf adalah seorang pendidik dan penulis buku peraga pelajaran Bahasa Indonesia Ini Budi pada era 1980-an dengan menggunakan tokoh Budi yang kemudian menjadi terkenal di Indonesia.
Tokoh perempuan yang lahir di Padang, Sumatra Barat pada tanggal 5 Juni 1919 ini, mengawali kariernya sebagai pengajar pada usia 18 tahun.
Beliau menjadi guru di Padang selama 15 tahun sejak tahun 1938 hingga tahun 1953.
Pada tahun 1954, ia pindah ke Jakarta dan meneruskan profesinya sebagai guru hingga pensiun pada tahun 1976.
Jabatan terakhirnya sebagai kepala sekolah SD Tanah Abang 5, Jakarta Pusat,
Sekitar tahun 1980-an, Siti Rahmani memperoleh tawaran proyek penyusunan alat peraga pelajaran Bahasa Indonesia dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).
Buku “Ini Budi” diselesaikannya kurang lebih setahun. Dicetak serta didistribusikan ke seluruh wilayah Jawa dan Sumatera.
Karyanya sukses membantu para siswa menjadi lebih mudah dalam belajar membaca.
Metode belajar baca “Ini Budi” sangat disukai bagi murid-murid SD era 80-90an.
Metode pembelajaran bahasa yang sekaligus menggunakan alat peraga, yang disebut Struktur Analitik Sintesis (SAS) Bahasa Indonesia tersebut dianggap menyenangkan bagi siswa SD pada masa itu sehingga membantu para murid menjadi lebih cepat bisa membaca.
Buku peraga Ini Budi yang sangat populer itu kemudian digunakan di hampir seluruh kota di Indonesia. “Ini Budi, ini ibu Budi, ini bapak Budi” menjadi kalimat yang terkenal pada era 1980 – 1990-an.
Siti Rahmani Rauf tidak pernah meminta bayaran atas hasil karyanya. Semua dia dedikasikan atas kecintaannya pada dunia pendidikan.
Beliau cuma punya keinginan naik haji. Yang akhirnya terkabulkan setelah salah satu penerbit memberangkatkannya haji pada tahun 1986.
Siti Rahmani Rauf, sang “Pahlawan tanpa tanda jasa” sekaligus tokoh literasi itu meninggal dunia pada tanggal 10 Mei 2016 dalam usia 96 tahun.
Karyanya yang melegenda “Ini Budi” akan terus diingat oleh generasi yang pernah membacanya.
Editor : geraLdo



































































































