LanggurNews.com | Jakarta – Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif di awal 2026.
Kementerian Pariwisata mencatat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) serta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus).
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, jumlah kunjungan wisman pada Februari 2026 mencapai 1,16 juta kunjungan atau naik 13,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,02 juta kunjungan.
“Pariwisata Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga semakin berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Widiyanti dalam laporan bulanan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Secara kumulatif Januari-Februari 2026, jumlah kunjungan wisman tercatat 2,35 juta kunjungan atau tumbuh 7,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar, disusul Tiongkok, Singapura, Australia, dan Timor Leste.
Sementara itu, perjalanan wisnus pada Februari 2026 mencapai 91,14 juta perjalanan atau naik 0,70% dibandingkan Februari 2025. Namun secara kumulatif Januari-Februari 2026, jumlahnya mencapai 193,17 juta perjalanan atau turun tipis 0,17%.
Memasuki Maret 2026, pergerakan wisatawan kembali meningkat seiring libur panjang Nyepi dan Lebaran. Tercatat 12,77 juta perjalanan menuju destinasi prioritas dan regeneratif selama periode 13-29 Maret 2026, atau naik 18,80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri pada Februari 2026 mencapai 701.070 perjalanan atau turun 7,64%. Secara kumulatif Januari-Februari 2026, jumlahnya 1,71 juta perjalanan atau turun 2,38%.
Data tersebut menunjukkan kunjungan wisman ke Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisatawan ke luar negeri, dengan surplus 0,46 juta pada Februari 2026 dan 0,64 juta secara kumulatif.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menambahkan, pemerintah terus memperkuat berbagai program untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata.
Salah satunya melalui program Karisma Event Nusantara (KEN) yang pada 2026 mendukung 125 event di 38 provinsi.
Selain itu, promosi internasional melalui pameran dan business matching sepanjang Maret 2026 mencatat potensi devisa sebesar Rp17,2 triliun dengan potensi 552.487 perjalanan wisatawan.
Pemerintah juga memperkuat penataan perizinan usaha pariwisata melalui sistem OSS. Hingga 31 Maret 2026, tercatat penambahan 25.490 usaha akomodasi atau meningkat 37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Widiyanti optimistis, kolaborasi pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat akan mendorong pariwisata Indonesia terus tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
(Kemenpar/LanggurNews)


































































































