Tual, langgurnews – Sidang LXXII Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual yang dipusatkan di Gereja Sinat Jemaat Taar, Minggu (9/3/2025) menjadi momentum penting dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam persidangan ini, berbagai isu strategis diangkat, termasuk peran gereja dalam mendorong perekonomian, menciptakan kondisi sosial yang kondusif, serta mendukung kepemimpinan daerah dalam merealisasikan visi dan misinya.
Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra) Charlos Viali Rahantoknam dalam sambutannya mengungkapkan, gereja dan pemerintah adalah dua entitas yang berbeda dari aspek pembentukannya, tetapi memiliki kesamaan tujuan.
Gereja hadir untuk melaksanakan misi profetik membentuk karakter masyarakat yang sesuai dengan ajaran-ajaran Kristiani dan menghadirkan keselamatan dan kebaikan bagi semua umat manusia.
Disisi yang lain, Pemerintah Daerah juga berkepentingan membangun kualitas sumberdaya manusia yang tangguh, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, serta yang lebih penting lagi, memiliki sikap dan karakter yang menjunjung tinggi etika, nilai-nilai religius serta memiliki akhlak yang baik.
Karena itu, Pemerintah Daerah berkepentingan membangun relasi mutualistik dengan gereja agar cita-cita pembangunan itu bisa terwujud dengan baik.
Pada kesempatan itu, Wabup Rahantoknam mengungkapkan tiga hal pokok yang menjadi perhatian dalam membangun daerah
Pertama, untuk mewujudkan cita-cita pembangunan daerah, pemerintah membutuhkan dukungan dan partisipasi dari semua stakeholder, terutama dalam meningkatkan produktivitas perekonomian daerah.
“Kita tahu, kesejahteraan masyarakat itu akan meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Kedua, pembangunan daerah membutuhkan kondisi sosial politik yang kondusif, aman dan tertib.
Karena itu, Pemerintah Daerah membutuhkan dukungan gereja untuk membantu mewujudkan hal ini.
“Kita tahu bahwa konflik antar anak-anak muda masih sering terjadi dan sangat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Pemerintah dan aparat keamanan telah melakukan langkah-langkah preventif maupun kuratif, namun tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk gereja,” kata Wabup.
Ketiga, kepemimpinan di kedua daerah ini akan memulai program kerja serta visi dan misinya sehingga membutuhkan dukungan dari semua stakeholder.
Menurut Wabup, upaya membangun daerah tidak bisa dilakukan secara parsial, terkotak-kotak dan tanpa partisipasi masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.
Kepemimpinan dan pembangunan daerah baru akan berjalan dengan baik dan efektif bila semua ikut mengambil bagian sesuai dengan porsi dan peran masing-masing.
Lebih lanjut Wabup menjelaskan, Pemerintah Daerah, melalui kewenangan yang diberikan oleh konstitusi dan Undang-Undang, telah merancang berbagai program dan kegiatan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi daerah.
Namun demikian, program dan kegiatan ini harus didukung pula dengan kegiatan-kegiatan perekonomian masyarakat. Karena itu, saya berharap agar Persidangan ke-72 ini dapat membantu mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan (entrepreneurship) dari warga gereja.
Ada banyak peluang usaha yang bisa dimanfaatkan oleh warga gereja dengan memperhatikan keunggulan daerah seperti perikanan dan pariwisata. Kita tahu bahwa konektivitas wilayah di kedua daerah ini sudah semakin baik sehingga lalu lintas orang dan barang juga terus meningkat.
Tidak hanya itu, kedua daerah ini juga sudah terhubung dengan jaringan seluler dan internet berkecepatan tinggi sehingga distribusi informasi dan pengetahuan sudah semakin baik.
Ini berarti bahwa peluang pasar di kedua daerah ini semakin baik dan mendukung tumbuhnya Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), dan ketersediaan jaringan informasi sangat mendukung untuk perluasan pasar hingga daerah lain.
“Inilah peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah Daerah dapat membantu dengan memudahkan perizinan, memberikan penguatan modal usaha maupun transfer pengetahuan dan teknologi,” tandas Wabup Rahantoknam.
“Kita harus berjalan bersama, berdampingan, bahu-membahu, mengerjakan segala sesuatu dengan prinsip maren dan dilandasi semangat ain ni ain. Kita semua adalah satu, karena kita berasal dari sumber yang satu, vu’ut ain mehe ni ngifun, manut ain mehe ni tilur. Pesan leluhur ini sudah seharusnya mengakhiri semua perbedaan supaya kita bisa bersama-sama mengerjakan hal-hal yang besar bagi kemajuan daerah yang sangat kita cintai ini,” pungkasnya.
Editor : geraLdo


































































































