
Tual, langgurnews – Persidangan Klasis GPM bukan sekadar pertemuan formal, tetapi momentum iman untuk bersama-sama mencari kehendak Tuhan dalam pelayanan gereja dalam mengevaluasi kerja-kerja tahun 2024 dan menetapkan kinerja pelayanan di tahun 2025.
Artinya, bahwa gereja terpanggil untuk menyatakan karyanya ditengah-tengah umat melalui kesaksian dan pelayanan, sebagaimana firman yang selalu menjadi landasan berpijak orang GPM yaitu Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
Hal itu ditegaskan Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, dalam sambutannya pada pembukaan Persidangan LXXII Klasis GPM Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual di Gereja Sinai Jemaat Taar, Minggu (9/3/2025).
Renuat mengatakan, gereja sebagai mitra kerja Pemerintah Daerah terus berupaya untuk merealisasikan amanat pelayanan itu ke arah yang lebih baik, merawat kehidupan inter dan antar sesama maupun dalam kehidupan dengan lingkungan sekitar agar menjadi selaras dan seimbang sesuai perintah dan ajaran Tuhan.
Dalam perspektif kekinian, gereja tidak hanya dipandang sebagai sebuah wadah pembinaan dan pelayanan keumatan semata, tetapi juga sebagai organisasi gereja yang progresif dan analitis terhadap berbagai problematika yang terjadi saat ini.
Menurut Renuat, keragaman dan pluralisme menjadi modal utama dan tumpuan terciptanya kerukunan hidup beragama.
Pembangunan daerah dengan segala dimensinya, baik ekonomi, sosial budaya, lingkungan maupun politik, dalam kurun waktu beberapa tahun ini tentu tidak cukup memberikan manfaat yang menyeluruh bagi masyarakat.
Namun demikian, Pemkot Tual menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tersebut masih sedikit menyisahkan berbagai permasalahan yang menjadi tanggungjawab pemerintah dalam mengelolah kebijakan-kebijakan pembangunan dan rumusan program-program pembangunan secara terarah dan terintegrasi dengan melibatkan peran serta gereja.
Diketahui, Walikota dan Wakil Walikota Tual periode 2025-2030 yang mengemban dan melaksanakan amanah rakyat untuk memastikan tujuan pembangunan menuju ke arah mewujudkan rasa aman dan kesejahteraan masyarakat serta percepatan kemajuan Kota Tual.
“Inilah yang mendorong dan membangkitkan jiwa serta semangat saya dan Pak Wakil Walikota Amir Rumra sebagai anak negeri ini dengan Akronim AMRU mau berdiri di depan, bersama seluruh rakyat Kota Tual untuk bekerja keras mewujudkan harapan dan cita-cita rakyat di Kota Tual tercinta ini,” tandas Renuat.
Harapan itu, lanjut Renuat, telah dituangkan dalam visi mereka yakni Mewujudkan Kota Tual sebagai Kota Maritim yang Maju, Aman, Religius,
Berbudaya, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
Visi itu diarahkan ke lima misi yang disebut dengan Panca Cita Maryadat dan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030, dengan titik sasaran pada 19 program dan kegiatan strategis.
Sebagai mitra kerja dari pemerintah daerah maka visi, misi dan program kegiatan strategis ini disampaikan pada forum Persidangan Klasis untuk menjadi acuan guna disinkronisasikan dan dirumuskan dalam rencana pelayanan gereja sehingga terjalin keterpaduan, searah, sejalan dan sehaluan untuk mewujudkan Kota Tual yang MARYADAT dalam jangka waktu lima tahun kedepan.
Diankui Renuat, untuk menggapai tujuan diatas pasti saja ditemui berbagai tantangan.
Namun dirinya yakin bahwa tantangan bukanlah halangan untuk berkarya, tetapi tantangan dijadikan peluang untuk menggapai kemajuan yang diiringi dengan doa dan kerja keras kita bersama.
“Saya berharap kepada peserta sidang untuk mengikuti persidangan ini dengan hati yang terbuka, semangat kebersamaan, dan tekad untuk membangun gereja yang semakin bertumbuh dalam iman dan kasih yang melahirkan keputusan-keputusan strategis sehingga gereja semakin bertumbuh dan menjadi berkat bagi banyak orang,” tandas Wali Kota.
Editor : geraLdo

































































































