Jakarta, LanggurNews.com – Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, meninjau Stasiun Kereta Cepat Halim untuk memastikan kesiapan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dalam melayani penumpang serta wisatawan menjelang libur Lebaran. KCIC sebagai operator kereta cepat Whoosh diharapkan dapat memberikan pelayanan optimal selama periode mudik.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian peninjauan destinasi wisata dan fasilitas layanan publik oleh Kementerian Pariwisata sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
“Sejak diluncurkan pada 2023, Whoosh telah menjadi alternatif utama transportasi bagi masyarakat dan wisatawan untuk menjangkau berbagai destinasi di Jawa Barat, yang juga merupakan salah satu tujuan utama mudik. Kami berharap KCIC dapat terus meningkatkan pelayanan selama periode libur Lebaran,” ujar Menteri Pariwisata, Rabu (19/3) lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pariwisata meninjau berbagai aspek operasional di stasiun, termasuk proses check-in, fasilitas ruang tunggu, serta berinteraksi langsung dengan petugas pelayanan.
Ia mengapresiasi standar kebersihan, keamanan, serta keramahan petugas dalam memberikan kenyamanan bagi penumpang.
Diketahui, PT KCIC telah menetapkan masa angkutan Lebaran selama 22 hari, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025. Selama periode ini, jumlah perjalanan Whoosh meningkat menjadi 62 perjalanan reguler per hari, naik 20 persen dibanding tahun lalu.
Dengan peningkatan tersebut, kapasitas tempat duduk juga bertambah menjadi 37.262 kursi per hari, dibandingkan 31.252 kursi pada tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, tersedia 808.946 tempat duduk dalam 1.346 perjalanan Whoosh selama masa angkutan Lebaran.
KCIC memproyeksikan jumlah penumpang Whoosh selama periode ini mencapai 24 ribu orang per hari, meningkat 30 persen dibanding hari biasa yang berkisar 16 ribu hingga 18 ribu penumpang, serta lebih tinggi dari akhir pekan yang mencapai 18 ribu hingga 21 ribu penumpang.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan, KCIC menugaskan 530 petugas pengamanan yang terdiri dari personel internal KCIC, TNI, dan Polri.
Selain itu, 688 petugas layanan, termasuk Passenger Service Mobile, siap memberikan pelayanan di stasiun-stasiun Whoosh.
KCIC juga memastikan kesiapan infrastruktur dengan melakukan pengecekan fasilitas pendukung seperti area bermain anak, ruang tunggu, ruang VIP, jalur khusus disabilitas, ruang ibu menyusui, pos kesehatan, pos pengamanan, serta area parkir.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan selama Ramadan, KCIC berkolaborasi dengan tenant dan UMKM di Stasiun Whoosh untuk menghadirkan berbagai promo dan diskon bagi penumpang.
Untuk masa pemesanan tiket Whoosh, kini diperpanjang hingga H-25 sebelum jadwal keberangkatan, sehingga masyarakat dapat membeli tiket lebih awal untuk perjalanan April 2025, termasuk selama masa libur Lebaran.
Dalam kunjungan ini, Menteri Pariwisata didampingi oleh Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenpar, Fadjar Hutomo.
(Biro Komunikasi Kemenpar/LanggurNews)



































































































