Namlea, LanggurNews.com – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buru, Ikram Umasugi dan Sudarmo Bin Yasid, yang dikenal dengan akronim IKHLAS, secara de facto dinyatakan sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Buru periode 2025–2030.
Kemenangan ini diraih meski paslon tersebut kalah dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 2 Desa Debowae, Kecamatan Waelata.
Hasil PSU di TPS tersebut menunjukkan paslon nomor urut 1 memperoleh dua suara, paslon nomor urut 2 memperoleh 239 suara, paslon nomor urut 3 tidak mendapatkan suara, dan paslon nomor urut 4 unggul dengan 272 suara. Tercatat dua suara dinyatakan tidak sah.
Sementara itu, dalam Penghitungan Ulang Surat Suara (PUSS) di TPS 19 Desa Namlea, Kecamatan Namlea, total suara sah dan tidak sah sebanyak 406 suara, dengan dua suara tidak sah.
Perolehan suara mengalami sedikit perubahan: paslon nomor urut 1 turun dari 158 menjadi 157 suara, paslon nomor urut 2 dari 125 menjadi 124 suara, paslon nomor urut 3 tetap memperoleh 68 suara, dan paslon nomor urut 4 tidak mengalami perubahan dengan tetap mengantongi 55 suara.
Dari hasil rekapitulasi total suara setelah PSU dan PUSS, paslon IKHLAS memperoleh 22.408 suara, unggul tipis dengan selisih 62 suara dari pasangan nomor urut 4, Amus Besan–Hamsa Buton, yang mengumpulkan 22.346 suara.
Diketahui, Paslon IKHLAS dalam pilkada ini diusung oleh koalisi partai PKB, PKS, PAN, dan PSI.
Di hadapan ribuan pendukung yang memadati kediamannya di Jalan Pelabuhan Namlea, Ikram Umasugi tak henti mengucap syukur kepada Allah SWT atas hasil yang dicapai.
“Perjuangan panjang dan melelahkan ini akhirnya membuahkan hasil. Kita diuji dengan sabar dan ikhlas. Saya percaya, ini adalah rencana Allah yang terbaik,” ujar Ikram di hadapan para pendukung.
Ia mengimbau para pendukung untuk tetap tenang dan tidak melakukan perayaan berlebihan sebelum pengesahan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru.
“Setelah pleno KPU, baru kita rayakan. Untuk sekarang, mari kita istirahat dan bersyukur,” sambungnya.
Ikram dan Sudarmo menegaskan komitmen mereka untuk membangun Kabupaten Buru bersama seluruh lapisan masyarakat, termasuk rival politik dalam kontestasi Pilkada.
“Kita masih punya banyak pekerjaan rumah. Negeri ini masih banyak kekurangan. Karena itu, kami butuh dukungan dari semua elemen, termasuk para tokoh masyarakat, agama, dan organisasi,” ujar Ikram.
Ia menekankan pentingnya persatuan pasca-Pilkada, dengan menyampaikan bahwa kemenangan harus disikapi dengan sikap merangkul.
“Yang menang harus merangkul yang kalah. Yang kalah harus angkat topi kepada yang menang. Supaya kita tetap bisa berjalan bersama sebagai saudara,” pungkasnya.
Sejak malam penetapan hasil, kediaman pribadi Ikram dibanjiri ribuan warga yang datang silih berganti menyampaikan ucapan selamat. Banyak warga datang bersama keluarga dan meminta foto bersama.
Hal serupa terjadi di kediaman Sudarmo di Kompleks BTN Bukit Permai. Rumahnya dipadati warga hingga tengah malam. Setelah itu, Sudarmo bergabung ke rumah Ikram dan ikut menerima tamu bersama.
Terlihat hadir pula sejumlah tokoh penting daerah, antara lain Ketua KKST Kabupaten Buru yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah, Azis Tomia, serta sejumlah tokoh partai politik, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pejabat daerah lainnya.
Editor : Geraldo Leisubun



































































































