Langgur, LanggurNews.com – Ziarah Jalan Salib dalam gereja Katolik Roma adalah ibadah devosi yang dilakukan pada masa Prapaskah.
Ibadah ini dilakukan untuk mengenang penderitaan dan kematian Yesus Kristus.
Memasuki pekan terakhir Masa Prapaskah, umat Katolik Lingkungan Karol Józef Wojtyła, Stasi Santa Perawan Maria Hati Tak Bernoda, Paroki Langgur, Keuskupan Amboina, melaksanakan ziarah Jalan Salib.
Pantauan media ini, ziarah yang diikuti oleh Ketua dan Pengurus Dewan Pastoral serta umat Lingkungan Karol Józef Wojtyła itu, dilaksanakan pada hari Jumat (11/4/2025), sejak pukul 04.00 pagi hingga selesai.
Hujan gerimis yang turun disaat itu, tidak dapat menghentikan niat dan kerinduan umat Lingkungan setempat untuk merenungi Via Dolorosa (Jalan Penderitaan) Yesus Kristus, Sang Anak Domba Paskah.
Disaat umat lingkungan lainnya sementara terlelap dalam tidur mereka, para peziarah ini melintasi ruas-ruas jalan sambil berdoa.
Sesekali mereka berhenti. Bukan karena lelah berjalan, atau menghindari hujan yang turun sejak malam, namun untuk melakukan penghormatan pada setiap perhentian Jalan Salib.
Sebanyak empat belas perhentian Jalan Salib mereka lalui, hingga menembus pagi.
Ziarah berakhir di lokasi wisata rohani Taman Mgr. Johanes Aerts MSC dan kawan-kawan.
Usai kegiatan, Ketua Lingkungan Karol Józef Wojtyła, Leo Ohoira, mengatakan, ibadah Jalan Salib tidak hanya sebatas di Gereja. Namun dapat dilakukan dengan ziarah (berjalan bersama sambil berdoa).
“Sesungguhnya Jalan Salib di Masa Prapaskah ini adalah pribadi-pribadi, keluarga, rumah tangga, rukun dan lingkungan,” ujarnya.
Ia berharap, di tahun-tahun mendatang, umat Lingkungan Karol Józef Wojtyła banyak yang turut ambil bagian dalam Ziarah Jalan Salib ini.
“Mudah-mudahan kegiatan ziarah ini kedepan banyak umat lingkungan kita yang terlibat, terutama anak-anak SEKAMI dan OMK,” katanya.
Editor : Geraldo Leisubun



































































































