Jakarta, LanggurNews.com – Kementerian Pariwisata RI melaporkan sejumlah capaian positif dalam sektor pariwisata nasional selama periode Maret–April 2025.
Di tengah tantangan global, pariwisata tetap menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi utama, pencipta lapangan kerja, dan perekat budaya bangsa.
“Kami percaya pariwisata tetap menjadi sektor strategis untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Selasa (29/4/2025).
Sepanjang Januari–Februari 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 1,89 juta, naik 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (1,68 juta). Angka ini berdasarkan data perlintasan dari Kementerian Imigrasi.
“Kami optimis target kunjungan wisman tahun ini bisa tercapai berkat sinergi antar-sektor,” kata Menteri Widiyanti.
Meskipun terjadi penurunan mobilitas masyarakat sebesar 4,67 persen dibandingkan Lebaran 2024, sejumlah destinasi wisata justru mencatat peningkatan signifikan, diantaranya : TMII Jakarta: naik 46%, Candi Prambanan, Yogyakarta: naik 42%, Kebun Binatang Surabaya: naik 7%.
Wamenpar Ni Luh Puspa menyebut, antusiasme masyarakat untuk berwisata di dalam negeri meningkat selama libur Lebaran 2025.
Wisman selama periode Lebaran juga naik 3,10 persen dengan jumlah kunjungan sementara sebesar 260 ribu orang.
Dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia, hubungan multilateral di bidang pariwisata memegang peran yang sangat penting. Kementerian Pariwisata terus aktif menjalin kerja sama internasional yang strategis, baik melalui forum kawasan, kemitraan bilateral, maupun partisipasi dalam organisasi multilateral seperti UN Tourism.
Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan tahunan UN Tourism kawasan Asia Timur dan Selatan (CAP-CSA ke-37) yang berlangsung pada 15–16 April 2025 di Jakarta.
Acara itu dihadiri oleh 161 delegasi dari 30 negara, dengan fokus pada inovasi, investasi hijau, dan ekonomi sirkular.
Dalam forum ini, Indonesia bersama UN Tourism meluncurkan pedoman investasi pariwisata berjudul “Tourism Doing Business: Investing in Indonesia”. Ini merupakan publikasi pertama UN Tourism di kawasan Asia Pasifik.
Indonesia akan tampil di World Expo 2025 Osaka dengan tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future”. Kemenpar mengikutsertakan 15 pelaku industri dalam rangkaian promosi health & wellness tourism serta pameran kain tradisional bertajuk “Traditional Textiles: Sailing Through Colors.”
Kemenpar juga memperkuat program Gerakan Wisata Bersih yang digelar di Labuan Bajo (12 April) dan Lombok (24–25 April). Total sampah yang dikumpulkan mencapai 1,1 ton, dengan partisipasi lebih dari 1.900 orang. Pemkab Manggarai Barat pun berencana melarang penggunaan botol plastik sekali pakai sebagai tindak lanjut.
Kemenpar turut menyampaikan hasil akhir Proyek Indonesia Tourism Development pada Maret lalu, hasil kerja sama dengan Bank Dunia. Proyek ini mencakup peningkatan layanan, infrastruktur, dan investasi di enam destinasi prioritas: Danau Toba, Bromo, Wakatobi, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.
Pada Februari 2025, Kemenpar juga menandatangani MoU dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk memperkuat daya saing desa wisata dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Pariwisata Indonesia mendukung setidaknya 4 dari 8 poin Asta Cita Presiden Prabowo. “Kami akan terus membangun pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” pungkas Menteri Widiyanti.
(Biro Komunikasi Kemenpar/LanggurNews)



































































































