Jakarta, LanggurNews.com – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengapresiasi langkah Desa Wisata Hariara Pohan di Samosir, Sumatera Utara, yang telah menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle) sejak Agustus 2024.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata upaya mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di kawasan Danau Toba.
“Pengelolaan sampah yang baik menjadi fondasi utama destinasi wisata yang nyaman dan lestari. Danau Toba bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,” ujar Ni Luh Puspa saat kunjungan kerja, Minggu (4/5/2025).
Desa Hariara Pohan mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 Kategori Homestay.
Sejak mengikuti ajang tersebut, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah mulai tumbuh.
Muhammad Yusuf Sihotang, Ketua TPS3R setempat, mengungkapkan bahwa dulunya sampah plastik dari Bukit Holbung mengalir bebas seperti air terjun.
Kini, berkat pengelolaan terpadu, Desa Hariara Pohan telah berhasil mengolah hampir 7.000 kg sampah plastik menjadi lebih dari 200 liter solar melalui proses pirolisis.
“Dengan mesin pirolisis, kami bisa menghasilkan solar dari sampah plastik. Ini sangat membantu, terutama bagi kelompok tani yang membutuhkan BBM,” kata Yusuf.
Pengolahan sampah dilakukan dengan memilah plastik, mencacahnya, lalu memanaskannya dalam reaktor hingga 300 derajat Celsius.
Jenis plastik menentukan hasil akhir; plastik gelas minuman menghasilkan hingga 24 liter solar per 20 kg, sementara kantong plastik hanya 18 liter.
Tak hanya pengelolaan sampah, desa ini juga mengembangkan “Sopo Pangan”, program yang mengolah bahan pangan berlebih seperti ubi, labu, cokelat, jagung, hingga kemiri menjadi produk bernilai ekonomi seperti bolu, yang dijual secara online maupun langsung di lokasi wisata.
Program ini didukung oleh mitra strategis seperti PT Astra dan GoTo Foundation, yang juga membantu menyediakan pelatihan, infrastruktur, serta teknologi pengolahan sampah.
Langkah ini selaras dengan program Kemenparekraf 2025, “Gerakan Wisata Bersih (GWB)”, yang digelar di 16 titik di Indonesia, termasuk Waterfront City Pangururan (4 Mei) dan Pantai Bebas Parapat (5 Mei).
“Kami ingin menjadikan Danau Toba bukan hanya indah, tapi juga bersih dan berkelanjutan,” tutup Wamenpar Ni Luh Puspa.
(Biro Komunikasi Kemenpar/LanggurNews)



































































































