Langgur, LanggurNews.com – Program beasiswa desa adalah program yang diberikan oleh pemerintah desa untuk membantu siswa berprestasi dan kurang mampu secara finansial.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta memberikan peluang dan kesempatan yang sama kepada semua siswa.
Program tersebut telah dilakukan oleh Pemerintah Ohoi (Desa) Iso, Kecamatan Kei Kecil Timur Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Provinsi Maluku.
Dibawah kepemimpinan Vinsen Jamrewav, pemerintah ohoi secara kelembagaan menyalurkan program bantuan beasiswa kepada siswa-siswa berprestasi dan kurang mampu asal ohoi tersebut, yang saat ini tengah mengenyam pendidikan di setiap tingkatan sekolah SD, SMP dan SMA.
Usai menyalurkan bantuan beasiswa kepada 22 anak SD, Selasa (29/7/2025) lalu, Pemerintah Ohoi Isso kembali melakukan kegiatan yang sama kepada anak-anak ohoi Isso yang bersekolah di SMP dan SMA.
Kegiatan penyaluran pada Minggu (3/8/2025) itu, dan dilakukan oleh Kepala Ohoi Vinsen Jamrewav dan Ketua BPO Iso, didampingi Sekretaris dan perangkatnya.
Kepada media ini usai penyerahan bantuan, Sekretaris Ohoi, Efrem Tharob menjelaskan, bantuan beasiswa tersebut diperuntukkan bagi anak-anak asal ohoi Isso yang mengenyam pendidikan di SD, SMP dan SMA.
“Awalnya kami sudah menyerahkan bantuan yang sama kepada anak-anak sekolah tingkat SD. Hari ini untuk anak-anak Isso yang bersekolah di SMP (7 orang) dan SMA/SMK (4 orang). Bukan hanya yang bersekolah di SDNK Iswadi, SMP dan SMA Wain, tapi juga anak-anak Isso yang bersekolah di daerah perkotaan Langgur dan sekitarnya,” kata Efrem.
Bantuan beasiswa desa berupa uang tunai itu lanjut Tharob, Pemerintah Ohoi telah menyepakati untuk setiap anak sekolah (SD : Rp. 200.000 per orang; SMP dan SMA/SMK : Rp. 150.000 per orang).
“Untuk tahap 1 ini anak-anak SD masing-masing terima 200 ribu. SMP dan SMA/SMK terima 150 ribu. Sisanya akan di serahkan pada tahap 2,” ungkap Tharob.
Tharob menerangkan, sesuai dengan arahan Kepala Ohoi, semoga bantuan ini dapat membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak-anak mereka yang sementara bersekolah.
“Bisa digunakan untuk membeli kebutuhan sekolah anak-anak. Dan juga bisa digunakan sebagai biaya transportasi bagi anak-anak yang bersekolah di wilayah perkotaan,” tandas Tharob.
Editor : Geraldo Leisubun



































































































