Ohoi Iso, LanggurNews.com | Ohoi (Desa) Iso, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku mencatat capaian positif dalam penanganan stunting. Selama tiga bulan terakhir, yakni November 2025 hingga Januari 2026, angka stunting di ohoi tersebut tercatat zero (nol) kasus.
Ahli Gizi Puskesmas Wain, Nanda Sayu Kinanti, S.Gz, mengatakan pada November 2025 Ohoi Iso sudah berada pada posisi zero stunting. Meski sempat muncul satu kasus pada Desember, penanganan cepat membuat kondisi tersebut tidak berlangsung lama.
“Di bulan Desember sempat ada satu kasus. Karena posyandu dilakukan di awal bulan, intervensi langsung berjalan. Ada Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari ohoi dan juga dari Puskesmas. Saat diukur ulang di akhir bulan, anak tersebut sudah kembali normal,” ujar Nanda, Rabu (14/1/2026).
Memasuki Januari 2026, program PMT desa telah berjalan selama satu bulan penuh. Hasil pengukuran pada kegiatan posyandu menunjukkan kembali tidak ditemukan kasus stunting.
“Jadi selama tiga bulan terakhir, Ohoi Iso tercatat tidak ada stunting atau zero stunting,” jelasnya.
Meski telah mencapai zero stunting, Nanda menegaskan upaya pencegahan tetap dilakukan secara berkelanjutan.
Pemerintah Ohoi Iso bersama Puskesmas Wain tetap menjalankan PMT stunting meski anak yang sebelumnya berisiko sudah kembali normal.
“Ini dilakukan agar anak tidak kembali mengalami stunting di bulan berikutnya,” katanya.
Dari sisi Puskesmas, pencegahan stunting dilakukan sejak seribu hari pertama kehidupan, mulai dari pendampingan ibu hamil melalui kelas ibu hamil, pemberian tablet tambah darah, serta pemeriksaan Antenatal Care (ANC) secara lengkap.
Pendampingan berlanjut saat bayi lahir hingga usia balita, termasuk persalinan di fasilitas kesehatan, pemberian ASI eksklusif usia 0–6 bulan, pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) sesuai standar usia, serta pemantauan rutin melalui posyandu hingga usia lima tahun.
“Kami berharap dari Januari sampai Desember 2026 Ohoi Iso benar-benar tetap zero stunting,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Ohoi Iso dalam upaya konvergensi stunting.
Menurutnya, Ohoi Iso menjadi satu-satunya ohoi di wilayah kerja Puskesmas Wain yang telah menjalankan PMT stunting sejak Januari 2026.
“Pelaksanaan rembuk stunting di Ohoi Iso melibatkan seluruh lintas sektor, mulai dari PMD, Puskesmas, pemerintah ohoi, hingga masyarakat. Kader KPM juga selalu berkonsultasi dengan Puskesmas sebelum menjalankan PMT stunting yang bersumber dari Dana Desa,” tuturnya.
Sebagai informasi, pada tahun 2025 lalu, Ohoi Iso sempat mencatat empat kasus stunting. Dengan kolaborasi lintas sektor yang konsisten, Ohoi Iso kini mampu mempertahankan zero stunting selama tiga bulan berturut-turut.



































































































