Langgur, LanggurNews.com | Pastor Paroki Langgur, Budi Inuhan Pr, menekankan pentingnya nilai perdamaian dan penghargaan terhadap budaya dalam Rapat Kerja (Raker) Dewan Pastoral Lingkungan (DPL) Karol Józef Wojtyła Tahun 2026.
Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Pastor Budi menjelaskan bahwa pemilihan nama Karol Józef Wojtyła, Paus Yohanes Paulus II, mengandung makna mendalam yang harus dihidupi seluruh anggota lingkungan.
“Karol Józef Wojtyła dikenal sebagai Paus pembawa damai. Di mana ada konflik, ketika Paus Yohanes Paulus II hadir, situasi menjadi tenang. Itu yang kita harapkan dari lingkungan ini, menjadi pembawa damai,” ujar Pastor Budi, Sabtu (25/1/2026).
Ia mengisahkan teladan Paus Yohanes Paulus II saat mengunjungi Mehmet Ali Ağca, pria asal Turki yang pernah menembaknya.
Menurutnya, Paus justru memeluk dan memaafkan pelaku, sebuah sikap yang menjadi contoh nyata pengampunan sejati.
“Paus mengajarkan bahwa dendam adalah untung jangka pendek tapi rugi jangka panjang. Sedangkan memaafkan adalah rugi jangka pendek tapi untung jangka panjang,” katanya.
Selain soal perdamaian dan pengampunan, Pastor Budi juga menekankan pentingnya budaya dalam kehidupan menggereja.
Ia mencontohkan kebiasaan Paus Yohanes Paulus II yang selalu mencium tanah saat tiba di suatu negara sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya setempat.
“Paus ingin menyampaikan bahwa setiap tempat punya budaya dan itu harus dihormati. Karena itu, kami menghendaki agar Lingkungan Karol Józef Wojtyła juga menekankan soal budaya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, ke depan dalam program Dewan Pastoral Stasi (DPS) akan digelar misa dengan nuansa budaya daerah, seperti Toraja, Tanimbar, dan Kei, yang dilaksanakan secara bergilir setiap Minggu pukul 08.00 WIT.
“Misalnya minggu ini Misa orang Toraja, lagu-lagu dan persembahan khas Toraja. Minggu berikutnya giliran budaya daerah lain,” jelasnya.
Pastor Budi mengaku senang melihat lingkungan-lingkungan di Paroki Langgur mulai bergerak menuju Gereja Mandiri. Menurutnya, hal itu merupakan energi positif bagi gereja setempat.
“Saya yakin dengan semangat kebersamaan ini, kita semua akan menjadi Gereja Mandiri sesuai visi-misi Keuskupan 2043,” pungkasnya.
Raker DPL Karol Józef Wojtyła 2026 ditutup dengan penandatanganan berita acara hasil Raker oleh Ketua Lingkungan, Ketua DPS, dan Pastor Paroki Langgur.



































































































