Berastagi, LanggurNews.com | Sebanyak delapan imam baru Ordo Kapusin Medan resmi ditahbiskan dalam Perayaan Ekaristi Pentahbisan yang digelar di Gereja Katolik Santo Fransiskus Assisi, Berastagi, Sabtu (24/1/2026).
Dilansir dari kanal youtube Ordo Kapusin Provinsi Medan, Pentahbisan tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFM Cap.
Dalam homilinya, Uskup Kornelius menyampaikan bahwa Gereja bersukacita karena Tuhan menambahkan gembala-gembala baru bagi umat-Nya.
“Hari ini Gereja bersukacita karena Tuhan menambahkan gembala-gembala baru bagi umat-Nya. Sukacita ini bukan sekadar karena bertambahnya jumlah imam, tetapi karena berdiri delapan imam yang bersedia menyerahkan diri bagi pelayanan,” ujar Uskup Kornelius.
Menurutnya, dasar sukacita umat terletak pada keyakinan bahwa para imam dipanggil untuk menjaga hidup batin mereka di hadapan Tuhan, yang darinya mengalir kasih dalam menggembalakan umat.
Uskup Kornelius menekankan bahwa panggilan imamat harus dijalani sebagai penyerahan diri yang setia demi umat Allah.
Ia mengutip pesan Rasul Paulus kepada para penatua di Efesus, yakni menjaga diri sendiri sebelum menjaga kawanan.
“Urutannya sangat penting, pertama menjaga diri dan kemudian menjaga kawanan. Gembala yang tidak menjaga dirinya sendiri, lambat laun akan melukai kawanan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa menjadi gembala yang baik bukan soal kepiawaian mengajar atau mengatur, melainkan soal kasih dan kerelaan berkorban yang berakar pada relasi hidup dengan Tuhan.
Dalam konteks tantangan zaman, Uskup Kornelius mengingatkan para imam baru terhadap bahaya klerikalisme, yakni mentalitas keliru yang memandang tahbisan sebagai kenaikan pangkat, bukan sebagai panggilan untuk melayani.
“Ketika tahbisan dipahami sebagai derajat, imam bisa merasa lebih penting dan sulit dikritik. Padahal tahbisan bukan untuk meninggikan diri, melainkan mengikuti Kristus yang membasuh kaki dan menyerahkan hidup,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahaya klerikalisme sering masuk secara halus melalui kenyamanan dan pilihan-pilihan kecil yang menjauhkan imam dari semangat pelayanan sejati.
Selain itu, Uskup Kornelius juga menyoroti godaan kuasa dan popularitas di era media sosial.
Menurutnya, popularitas menjadi berbahaya ketika menggantikan Kristus sebagai sumber identitas seorang imam.
Di akhir homilinya, Uskup Kornelius menegaskan bahwa umat adalah milik Allah yang ditebus oleh darah Kristus, sehingga tidak boleh dijadikan objek kekuasaan atau manipulasi.
“Gembala sejati tinggal bersama umat karena ia mencintai. Inilah ujian imamat hari ini: tetap setia ketika pelayanan menjadi berat dan salib terasa nyata,” katanya.
Adapun delapan imam baru Ordo Kapusin Medan yang ditahbiskan yakni: RP Stefan Eunaldus Sianturi OFM Cap, RP Ta Trong Tri OFM Cap, RP Firdaus Depari OFM Cap, RP Moel Sinaga OFM Cap, RP Evander Purba OFM Cap, RP Nofrendi Sihaloho OFM Cap, RP Angelo Bonardo Purba OFM Cap, dan RP Sofyan Sinurat OFM Cap.



































































































