LanggurNews | Bandung – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meluncurkan 483 skema okupasi nasional di sektor pariwisata.
Skema ini disusun untuk memperkuat standar kompetensi SDM agar mampu bersaing di tingkat global.
Peluncuran dilakukan dalam agenda Aksi Nyata Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (PVPV) yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026).
“Dokumen ini menjadi panduan strategis bagi profesi kepariwisataan di Indonesia dalam membangun standar kompetensi yang jelas, terstruktur, dan diakui secara nasional,” kata Widiyanti.
Sebanyak 483 skema okupasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pariwisata bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dengan melibatkan asosiasi profesi dan para pemangku kepentingan.
Peluncuran ini juga menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan peningkatan kualitas SDM melalui jalur vokasi.
Widiyanti menyebut, sektor pariwisata hingga Agustus 2025 telah menyerap sekitar 25,91 juta tenaga kerja dan masih berpotensi meningkat.
Menurutnya, skema okupasi ini diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan kualitas tenaga kerja, sehingga menghasilkan SDM yang adaptif dan produktif.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat pendidikan vokasi melalui enam Politeknik Pariwisata serta berbagai program pelatihan berbasis kompetensi, mulai dari pemandu wisata hingga peningkatan kemampuan bahasa.
Upaya tersebut turut didukung dengan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai acuan pelatihan dan sertifikasi.
“Upaya ini diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dokumen skema okupasi nasional bidang pariwisata itu rencananya segera dirilis dan dapat diunduh melalui situs resmi Kementerian Pariwisata.
(Kemenpar/LN)

































































































