Langgur, LanggurNews.com – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra) nomor urut 1, Martinus Sergius Ulukyanan dan Ahmad Yani Rahawarin (MSU-AYR), berkomitmen untuk mewujudkan Maluku Tenggara yang maju, sejahtera, damai, cerdas, dan bermartabat.
Untuk misi ini, Maryadat berfokus pada penataan kelembagaan yang bakal dieksekusi dengan delapan program.
Maryadat punya tujuh misi/langkah untuk mewujudkan visi tersebut. Salah satu misi adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, profesional, kreatif, dan mandiri.
Kedelapam program dimaksud yakni:
- Pembentukan sekolah unggulan pada tingkat dasar.
- Pembentukan sekolah unggulan tingkat menengah (SMP/SMA).
- Kerjasama pelatihan untuk mengembangkan kemampuan individu, dalam hal meningkatkan pengetahuan, keterampilan yang dimiliki, serta sikap.
- Program pendidikan untuk meningkatkan mutu, kualitas pengembangan diri yang bersifat formal.
- Program pembinaan di segala aspek, untuk mengembangkan SDM.
- Progam rekrutmen SDM, sebagai langkah pengembangan sumber daya manusia.
- Perbaikan sistem, untuk melakukan penyesuaian atau adaptasi terhadap perubahan baik eksternal maupun internal agar tersebut tetap kompetitif dan relevan.
- Memberi kesempatan pada anak muda, aparatur dan siapa saja untuk dapat menyalurkan ide, gagasan, pikiran, dan kreativitas mereka, yang akan membuat progres pada peningkatan SDM di Maluku Tenggara.
Selain itu, Maryadat akan menerapkan Bahasa Kei di sekolah, mengembangkan sanggar seni budaya hingga gelar festival adat
Hal itu itu merupakan upaya Maryadat meningkatkan harga diri, kehormatan, dan martabat masyarakat Maluku Tenggara dalam mempertahankan nilai-nilai adat, etika, dan moral dalam kehidupan sosial, ditopang dengan integritas serta dilandasi rasa hormat kepada leluhur dan ketakwaan kepada Tuhan.
Misi ini akan dieksekusi lewat delapan program, yakni:
- Program pengenalan budaya dan adat istiadat kepada generasi muda sejak dini.
- Pengenalan budaya, adat istiadat kepada generasi muda melalui pembelajaran muatan lokal pada jenjang formal pendidikan dasar dan menengah.
- Program pengembangan kerja sama lintas agama dan memfasilitasi kegiatan perbaikan cara berpikir masyarakat melalui workshop, lokakarya, dan seminar.
- Pengembangan sanggar-sanggar seni dan budaya daerah.
- Mewujudkan festival adat dan budaya Kei secara periodik.
- Membuat produk-produk hukum berupa peraturan daerah, peraturan bupati yang faktual dan kontekstual untuk menjaga tata kehidupan berdasarkan nilai-nilai budaya
- Membangun gerakan masyarakat sadar akan harga diri, martabat dan kehormatan.
- Menanamkan karakter adat, budaya, religi dan karakter kebangsaan dalam dirinya.



































































































