Langgur, Langgur News.com – Peristiwa kekerasan terhadap perempuan kembali terjadi di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), tepatnya di Mun Werfan, Kecamatan Kei Besar Utara Barat.
Korban adalah MAN (26), seorang dokter perempuan yang bertugas di Puskesmas Mun, Kecamatan Kei Besar Utara Barat, mengalami tindakan kekerasan.
Kejadian yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) itu menambah panjang daftar kekerasan terhadap perempuan di Kepulauan Kei khususnya Kabupaten Malra, daerah yang menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan.
Bagaimana sikap pemerintah daerah Malra ?
Kepala Dinas Kesehatan setempat, Muhsin Rahayaan, menyatakan bahwa benar telah terjadi peristiwa tindakan kekerasan kepada seorang dokter perempuan yang bertugas di Puskesmas Mun, Kecamatan Kei Besar Utara Barat, Kabupaten Malra.
”Benar, seorang dokter perempuan alami kekerasan di Puskesmas Mun, kami sudah ambil langkah cepat dan tangani dengan menjemput dokter yang bersangkutan dan sementara mendapat perawatan di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, sebab dokter alami tekanan psikologis,” ungkap Kadis Kesehatan yang di salah satu media online, Senin (9/12/2024 ).
Rahayaan juga menerangkan kronologis kasus kekerasan yang terjadi pada hari Jumat (6/12/2024) sekitar pukul 03.30 WIT dini hari itu.
“Jumat malam, dokter yang berada dirumah dinas dokter di Puskesmas Mun mengalami pemadaman listrik. Setelah dokter berjalan keluar rumah dinas untuk mengecek, ternyata bukan mati lampu, namun meteran listrik jatuh, karena depan gereja Puskesmas Mun, listrik PLN menyala,” ujarnya.
Selanjutnya, lanjut Rahayaan, dokter kemudian menyalakan senter telepon selulernya (HP) untuk mengecek meteran listrik.
Saat itulah, ada orang tak dikenal (OTK) datang menyekap dan menyerang dokter.
Dokter pun berteriak saat diserang.
Mendengar teriakan dokter itu, OTK yang mengancam dengan pisau dapur melarikan diri melalui pintu belakang rumah dinas.
Diungkapkan Rahayaan, akibat kejadian itu, dokter Puskesmas Mun mengalami trauma. Pihak Dinas Kesehatan langsung menjemput dokter tersebut dan dihantar kembali ke Langgur untuk mendapat perawatan.
”Kami baru selesai rapat zoom meeting bersama Kementerian Kesehatan RI dan Polres Malra terkait masalah ini,” ujar Rahayaan.
Saat ini, dokter MAN tengah mendapat perawatan di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, karena mengalami tekanan psikologis.
Dinas PMD-PPA dampingi dokter dorban kekerasan
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Maluku Tenggara (PMD-PPA Malra), Kace Rahajaan, prihatin terhadap kejadian kekerasan terhadap dokter MAN.
Sebagai dinas teknis, PMD PPA Malra tengah melakukan pendampingan dan penguatan terhadap dokter yang bersangkutan.
“Khusus bagi korban, PMD PPA melakukan pendampingan dan penguatan sesuai dengan tugas dan fungsi. Sehingga benar-benar korban dilindungi, mendapat pelayanan baik secara medis maupun yang lain, agar bisa memulihkan harkat dan martabat kaum perempuan,” kata Rahajaan.
“Bidang teknis akan berkoordinasi dengan tokoh agama untuk pendampingan baik mental maupun rohaninya. Karena ini peristiwa sudah terjadi, sehingga benar-benar dengan pihak berwajib untuk melindungi secara fisik juga,” katanya menambahkan.
Rahajaan juga meminta pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus ini dan menindak pelaku sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami harap pihak berwajib menghukum pelaku agar ada efek jera,” tegas Rahajaan.
Kedepan, pihaknya akan menggandeng seluruh tokoh agama, tokoh adat, dan stakeholder lain seperti TNI-Polri untuk melakukan penyuluhan terkait perlindungan perempuan dan anak.
Selain itu, Dinas PMD PPA juga mengajak seluruh masyarakat untuk melihat persoalan di Mun Werfan sebagai tanggungjawab bersama.
“Orang tua-tua bilang ‘anak-anak main di ngur woma salah’. Maka katong punya tanggungjawab membimbing mereka kembali ke jalan yang benar,” tandas Rahajaan.



































































































