Danau Toba, LanggurNews.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Gerakan Wisata Bersih (GWB) di kawasan Danau Toba sebagai upaya menciptakan destinasi yang bersih, lestari, dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengatakan bahwa GWB merupakan program prioritas Kemenpar dalam mendorong kebersihan sebagai bagian dari kualitas destinasi wisata.
“Ini adalah aksi bersama untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan wisata, yang juga menjadi indikator penting dalam Travel Tourism Development Index (TTDI),” ujarnya di Pantai Bebas Parapat, Senin (5/5).
Gerakan ini dilaksanakan di dua lokasi: Amphiteater Waterfront City Pangururan pada 4 Mei dengan 340 peserta, dan Pantai Bebas Parapat pada 5 Mei dengan sekitar 500 peserta.
Selain aksi bersih-bersih, kegiatan ini juga mencakup edukasi lingkungan, pengelolaan sampah berbasis komunitas, dan penyediaan fasilitas kebersihan.
Wamenpar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan.
“Menjaga kebersihan bukan hanya keharusan, tapi investasi strategis untuk pariwisata berkualitas,” tambahnya.
Acara ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Samosir, Simalungun, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), PT Astra International Tbk, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar.
Sebagai bagian dari acara, diluncurkan pula program “Visit Samosir 2025–2026” dan aplikasi “Samosir Tourism” yang dapat diunduh di perangkat Android.
Aplikasi ini memudahkan wisatawan mengakses informasi seputar destinasi, akomodasi, kuliner, dan atraksi wisata di Kabupaten Samosir.
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, menegaskan bahwa pariwisata bukan hanya soal infrastruktur, tetapi dimulai dari kesadaran menjaga kebersihan.
“GWB harus menjadi refleksi karakter dan citra diri kita,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang mendukung kemajuan pariwisata daerah.
Ia menyebut Samosir masuk dalam daftar 25 destinasi terbaik di Asia versi Travel + Leisure Asia tahun 2025.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Kemenpar, kepala daerah se-Kawasan Danau Toba, perwakilan Bank Indonesia, dan komunitas lokal yang menunjukkan semangat gotong royong untuk menjaga Danau Toba sebagai destinasi kelas dunia.
(Biro Komunikasi Kemenpar/LanggurNews)



































































































