Namlea, LanggurNews.com – Bupati Buru, Ikram Umasugi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan lahan Bendungan Waiapo yang masih menyisakan perbedaan pandangan dengan para pemangku adat.
Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi kunjungan Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, di Kecamatan Lolongguba, Senin (11/8/2025).
Ikram mengatakan, pihaknya akan segera menggelar pertemuan dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pihak terkait guna merumuskan solusi terbaik.
“Kita akan duduk bersama semua pemangku adat. Persoalan tanah ini harus diselesaikan dengan cara baik-baik demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bendungan Waiapo merupakan proyek strategis nasional dengan kapasitas tampung sekitar 50 juta meter kubik dan luas genangan 490 hektare.
Proyek senilai lebih dari Rp2 triliun dari APBN ini diharapkan menjadi penopang ketahanan pangan, sumber irigasi pertanian, pengendali banjir, dan penyedia air baku di Kabupaten Buru.
Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, mengapresiasi langkah Bupati Buru dan menekankan pentingnya penyelesaian masalah lahan secara musyawarah dan selaras dengan kearifan lokal.
“Pembangunan bendungan ini untuk kemaslahatan masyarakat. Pemerintah provinsi siap mendukung penuh, asalkan semua berjalan sesuai aturan dan adat yang berlaku,” tegasnya.
Kunjungan ini turut dihadiri Asisten I Bidang Kesra Setda Provinsi Maluku, Dr. Djalaludin Salampessy, unsur Forkopimda Kabupaten Buru, serta perwakilan Balai Wilayah Sungai Maluku.



































































































