Namlea, LanggurNews.com – Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, meninjau progres pembangunan Bendungan Waiapo di Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru, Senin (11/8/2025).
Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan perlunya percepatan penyelesaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan perizinan alih fungsi hutan agar proyek strategis nasional itu dapat segera beroperasi.
Kunjungan kerja ini turut dihadiri Asisten I Bidang Kesra Setda Maluku Dr. Djalaludin Salampessy, Bupati Buru Ikram Umasugi, Wakil Bupati Buru Sudarmo, serta unsur Muspida Kabupaten Buru.
“Alih fungsi hutan dan AMDAL ini sangat penting supaya proses pembangunan bendungan tidak terhenti. Kita harapkan pada waktunya Bendungan Waiapo dapat berfungsi sesuai yang direncanakan,” ujar Vanath.
Bendungan Waiapo merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional di Maluku dengan nilai anggaran sekitar Rp 2,1 triliun.
Dibangun di atas lahan seluas 444,79 hektare dengan area genangan 235,10 hektare, bendungan ini memiliki kapasitas tampung 50 juta meter kubik air dan struktur bertipe urugan zonal dengan inti tegak setinggi 72 meter.
Bendungan ini dirancang untuk mengairi ±10.000 hektare sawah, menyediakan air baku berkapasitas 0,5 m³/detik, mengendalikan banjir dengan kapasitas reduksi 557 m³/detik, serta menghasilkan listrik sekitar 8 megawatt—cukup untuk menerangi ±8.750 rumah.
Selain itu, kawasan bendungan juga diharapkan menjadi destinasi wisata baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Provinsi Maluku optimistis, setelah seluruh proses perizinan rampung, Bendungan Waiapo akan menjadi infrastruktur vital yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Buru dan Maluku secara keseluruhan.



































































































